DASAR

Variasi Kurikulum Untuk Perkembangan Anak

Kata Kunci:


MASING-MASING sekolah mempunyai kurikulum tersendiri.Misalnya dengan pendekatan multiple intelligencesatau dengan menerapkan metode Montessori. Eddy, siswa kelas Toddler di Preschool Planet Kidz,tengah asyik mengikuti gerakan gurunya sambil bernyanyi.

 

Meski usianya masih 20 bulan, batita ini memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk bergaul dengan teman lain.Ia pun telah banyak mengenal kosa kata baru. Ketika waktu makan siang tiba,Eddy mencoba membuka kotak makannya sendiri dan makan tanpa disuapi.Sementara Samuel Jefferson yang masih berusia dua tahun, sudah memahami perkataan dalam bahasa Inggris.

 
Siswa Toddler Preschool I Smile ini tanpa ragu menjawab pertanyaan gurunya dengan bahasa Inggris. Lain lagi dengan Bram. Menginjak usia dua tahun, dirinya sudah dapat melakukan kegiatan tertentu dengan mandiri. Contohnya makan, mengikat tali sepatu, atau merapikan barang. Di usia tiga tahun ia bahkan mengikuti kursus aikido di sekolahnya, Menteng Preschool.

Anak-anak ini memang istimewa, tentunya dengan didukung pembelajaran dan materi yang diberikan oleh sekolah tempat mereka menuntut ilmu sekaligus bermain. Masing-masing sekolah umumnya memiliki kurikulum tersendiri, dengan mengadopsi kurikulum institusi pendidikan dari luar negeri.

Di samping itu, sekolah-sekolah tersebut menerapkan prinsip pendidikan yang membedakannya dengan sekolah lain. Planet Kidz misalnya, prasekolah ini meyakini bahwa untuk memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak didik,sekolah ini menerapkan prinsip pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dianjurkan The National Associationforthe Education of Young Children.

 
Prinsip-prinsip ini sekaligus menjadi kelebihan Planet Kidz. Yakni kurikulum sesuai tahap perkembangan anak yang didasarkan pada pendekatan multiple intelligences, yang mencakup aspek sosial,emosi,fisik,dan intelektual. Didukung dengan fasilitas permainan yang edukatif. Dari segi pengajar, Planet Kidz memiliki guru yang melakukan interaksi dengan anak secara individual dan melaporkan perkembangan anak kepada orangtua.

Pihak sekolah pun melakukan kerja sama dengan orangtua,untuk menuju perkembangan anak yang lebih optimal. Yang unik, meski Planet Kidz tergolong sekolah Nasional Plus, sekolah ini murni menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi.Sedangkan bahasa Inggris diberikan hanya sekali dalam seminggu.

”Kami meyakini untuk dapat menyerap bahasa asing, anak-anak harus dimantapkan dulu bahasa ibunya,”jelas kepala sekolah Planet Kidz Ama Noersatryo.Tidak hanya itu, sekolah ini pun mencoba untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap Tanah Air. Setiap Jumat, siswa Toddler dan Playgroup, diperkenalkan sebuah lagu daerah.

Ketika SINDO menyambangi sekolah ini,siswa-siswanya sedang asyik bernyanyi lagu Gundul-Gundul Pacul. Di balik keceriaan lagu tersebut, guru mengajak siswa untuk memahami makna lagu itu secara sederhana. ”Maksudnya ada orang yang membawa bakul dan bakulnya jatuh,anak-anak kami beri bakul dan memperagakan layaknya orang yang membawa bakuldanterjatuh,”kata Ama.

Nuansa daerah juga tampak dari alat musik angklung dan gamelan yang tersusun rapi di sekolah itu. Khusus hari Senin, siswa Planet Kidz diajak belajar memainkan alat musik tersebut. Uniknya,orangtua pun tidak ingin kalah. Mereka juga mempelajari alat musik itu dengan bimbingan guru. Adapun Menteng Preschool mendasarkan kurikulumnya pada metode Montessori. Sekolah ini mempunyai beberapa kurikulum.

Yakni pelatihan practical life yang memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan fisik,emosi,dan sosial. Sensorial education yakni segala kegiatan yang bertujuan merangsang lima indera yang ada. Ada pula keterampilan komunikasi,dan bahasa, serta studi kebudayaan yang meliputi botany dan zoology, geografi serta sejarah. Yang terakhir adalah matematika.

Mata pelajaran ini khusus dirancang untuk menumbuhkan kesukaan sejak dini pada angka-angka,dengan cara yang menyenangkan.Menurut Rozana M Daecyanti selaku Director Menteng Preschool, setiap materi yang diberikan kepada siswa selalu dimulai dengan yang konkret lebih dulu baru yang abstrak.


”Umpamanya jika guru ingin mengenalkan seekor binatang, maka dimulai dengan menunjukkan bonekanya dulu.
Baru mereka diminta untuk menyusun gambar binatang itu dalam puzzle,” ujar wanita yang disapa Daecy ini. Sama halnya dengan belajar matematika. Mereka diajarkan menghitung jumlah balok terlebih dahulu dengan mengikuti panduan guru.

Setelah itu,mereka diperlihatkan angka sesuai jumlah balok itu yang tertera pada sebuah karton. Siswa diminta meraba angka itu dengan tangan. Gambar angka tersebut agak menonjol sehingga memudahkan siswa dalam menangkap angka-angka. Daecy menambahkan, metode Montessori diperkaya dengan mainan edukasi.

Untuk pelajaran berhitung, Montessori memiliki alat permainan berhitung hingga angka 10.000.Tidak heran jika siswa Menteng Preschool yang masih berusia 4 tahun, sudah mahir menghitung hingga nominal tersebut. Menteng Preschool menggunakan bahasa pengantar Inggris dan Indonesia.

Nah,di I Smile, bahasa yang digunakan adalah bilingual antara Inggris dengan Mandarin. Untuk kurikulum,sekolah ini mengadopsi dari sekolah preschool yang berada di Singapura dan ditambah dengan pendekatan multiple intelligences. Kurikulum yang diterapkan menyentuh delapan aspek pembelajaran, yakni bahasa, logika,visual,kesenian, musik, intrapersonal, dan interpersonal, naturalistik,dan kinestetik.

Kebutuhan akan segenap aspek pembelajaran tersebut dipenuhi dengan kehadiran learning centerdi area sekolah. Sekolah yang terletak di Gapuraprima Tower,The Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan ini, memiliki sudutsudut kesenian, olahraga, musik, science,kebudayaan, serta matematika. Fasilitas ini ditambah dengan kehadiran perpustakaan yang mengajarkan anak untuk hobi membaca. (sri noviarni)

 

Sumber: Harian Sputar Indonesia

16 December 2008 07:02 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Friday, 12 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI