PENA AKTUAL

USU Tolak 300 Mahasiswa Malaysia


Kamis, 2 Juli 2009

 

Medan- Universitas Sumatera Utara, Medan, menolak 300 mahasiswa asal Malaysia. Panitia pendaftaran mahasiswa USU meragukan keabsahan ijazah mereka. Tahun ini USU hanya menerima 40 mahasiswa asing.

 

”Mereka mau melanjutkan studi di sini (USU). Kami tidak bisa menerima karena Pemerintah Malaysia tidak mengakui ijazah mereka. Yang kami tahu, mereka tidak memenuhi syarat formal Pemerintah Malaysia,” tutur Penanggung Jawab Panitia Penerimaan Mahasiswa USU Bisru Hafi, Rabu (1/7).

 

Sebelumnya para mahasiswa ini belajar di salah satu perguruan tinggi di Ukraina. Kemudian mereka ingin melanjutkan studinya di Malaysia. Namun, Pemerintah Malaysia menolak. ”Kami tidak mau menjadi tempat untuk melegitimasi mahasiswa asing yang dokumen belajarnya bermasalah,” kata Bisru Hafi.

 

Seluruh mahasiswa asal Malaysia ini ingin melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran USU. Persoalan lain, tutur Bisru, daya tampung Fakultas Kedokteran USU terbatas. ”Tenaga pengajar kami juga terbatas. Kami juga perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa Indonesia berkuliah di universitas negeri,” katanya.

 

Bayar Rp 300 juta

 

Para mahasiswa asal Malaysia ini, tuturnya, bahkan bersedia membayar uang kuliah Rp 300 juta per orang per tahun. Nilai ini jauh di atas standar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebesar Rp 18 juta per orang per tahun. Nilai ini bahkan juga masih lebih tinggi dari standar uang kuliah mahasiswa asing di USU sebesar Rp 60 juta per orang per tahun.

 

Tahun ini jumlah mahasiswa asing yang belajar di USU menurun menjadi 40 orang, dari sebelumnya 50 orang. Penerimaan mahasiswa asing ini dibuka melalui jalur seleksi penerimaan mahasiswa program reguler mandiri. Panitia membuka pendaftaran program ini 8-15 Juni lalu.

 

Semua mahasiswa asing yang ada di USU terikat kerja sama dengan Allianze College of Medical Sciences (ACMS) di Malaysia. Bentuk kerja sama ini dilakukan dengan menyediakan tempat praktik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran USU di Malaysia.

 

Rektor USU Chairuddin P Lubis mengatakan bahwa penolakan ini bukan semata-mata karena uang. Sebelumnya utusan Pemerintah Malaysia meminta USU menerima seluruh mahasiswa tersebut. Permintaan serupa juga disampaikan oleh forum para rektor dari Malaysia.

 

”Kami tidak bisa menjamin praktik kedokteran di USU sama dengan yang mereka pelajari di Ukraina. Kami tidak ingin membuat kesalahan gara-gara menerima mereka,” tuturnya. Tahun ini daya tampung mahasiswa baru (belum termasuk mahasiswa asing) di Fakultas Kedokteran USU sebanyak 200 kursi. (NDY)

 

Sumber: www.kompas.com

 

2 July 2009 09:10 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Monday, 15 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI