PENA AKTUAL

Universitas Terbuka Potensi Jangkau Masyarakat

Kata Kunci:


  • Jumlah Mahasiswa UT 522.960 orang

Senin, 1 September 2008 | 00:34 WIB

 

UNIVERSITAS Terbuka sebagai salah satu perguruan tinggi pemerintah potensial menjangkau warga yang hendak melanjutkan pendidikan ke pendidikan tinggi karena layanannya bersifat terbuka dan jarak jauh sehingga bisa diakses di daerah terpencil.

 

Namun, layanan pendidikan tinggi yang fleksibel ini baru diminati warga yang umumnya sudah bekerja dan guru. ”Universitas Terbuka ini adalah aset bangsa yang dibuat untuk bisa memberi layanan pendidikan tinggi bagi masyarakat kebanyakan. Tahun kapan pun ijazah SMA-nya bisa kuliah tanpa batas waktu, tergantung kecepatan dan kesanggupan belajar. Yang penting harus siap belajar aktif dan mandiri,” kata Atwi Suparman, Rektor Universitas Terbuka (UT) di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Sistem ini efektif meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi sampai ke daerah terpencil. Meskipun akses teknologi informasi dan komunikasi belum menjangkau semua wilayah, mahasiswa yang terbatas akses internetnya dapat belajar dan tutorial sesuai kondisinya.

 

Jumlah mahasiswa aktif UT, per Agustus 2008, 522.960 orang atau sekitar 12 persen dari jumlah mahasiswa seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 90 persen mahasiswa UT adalah guru, terutama guru SD. Selain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ada Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas MIPA, serta Pascasarjana—total 32 program.

 

Dari komposisi usia, hanya sekitar 16 persen mahasiswa yang berusia di bawah 24 tahun. Mereka belajar di 37 unit program pendidikan jarak jauh (UPPJJ) di 33 provinsi, di semua jenjang.

 

Atwi mengatakan, peningkatan mutu pendidikan UT terus dilakukan. Bahkan, mahasiswa UT berusia 24 tahun ini pada 2005 mendapat sertifikat kualitas dan akreditasi internasional dari The International Council for Open and Distance Education (ICDE) Standard Agency (ISA).

 

”Pendidikan mandiri di UT ini juga untuk membangun kebiasaan masyarakat agar bisa belajar sendiri kapan pun sepanjang hayat. Mereka bisa kuliah tanpa meninggalkan pekerjaan,” kata Atwi—yang juga Presiden Asosisasi Universitas Terbuka Asia.

 

Tian Belawati, Pembantu Rektor I Bidang Akademik UT, menjelaskan, layanan pendidikan di UT ibarat ”supermarket”, yakni menyediakan media belajar yang mudah diakses mahasiswa. ”Kami melayani mahasiswa yang ada di daerah Kabupaten Jayawijaya hingga yang kerja di Bursa Efek Jakarta. Jadi ada yang belajar lewat internet, TV kabel, radio, atau media cetak,” katanya.

 

Mulyadi, Kepala UPBJJ Ternate, mengatakan, untuk melayani mahasiswa yang tersebar di pulau-pulau yang sulit dijangkau, UT menyediakan tutor di pulau yang mudah dijangkau.

 

”Kami mencoba menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah supaya UT semakin dikenal. Semangat guru di sini untuk belajar lagi cukup tinggi. Ada 578 guru yang belajar lagi dengan biaya sendiri. Di Maluku Utara, ada 7.000-an guru yang belum S-1,” kata Mulyadi. (ELN)

 

Sumber: Harian Umum Kompas

1 September 2008 16:24 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Thursday, 11 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI