PENA AKTUAL

Ujian Nasional SMP Harus Dievaluasi

Kata Kunci: ,

Sumber: Harian Umum Kompas

Senin, 23 Juni 2008 | 03:00 WIB

SEJUMLAH kepala sekolah di luar Jakarta meminta agar ujian nasional atau UN untuk siswa sekolah menengah pertama dievaluasi. Sebab, penyelenggara UN SMP beranggapan, sarana dan prasarana sekolah serta kualitas guru di luar daerah sama dengan Jakarta.

”Padahal, kondisinya sangat jauh berbeda. Tidak bisa kondisi kami disamakan dengan sekolah- sekolah di Jawa yang fasilitasnya lengkap serta jumlah dan kualitas gurunya memadai,” kata sejumlah kepala sekolah di Palembang, Bandar Lampung, dan Kalimantan, Sabtu (21/6), seusai mengetahui banyaknya siswa mereka yang tak lulus ujian.

Siswa yang tak lulus, berdasarkan pantauan Kompas, banyak terdapat di SMP-SMP yang terletak di pinggir Kota Bandar Lampung. Mereka umumnya berasal dari keluarga kurang mampu yang ditunjukkan dengan surat keterangan ketua rukun tetangga. Siswa-siswa ini pun umumnya membantu orangtua mereka bekerja untuk menambah penghasilan keluarga.

Bagi siswa yang tidak lulus, Dinas Pendidikan Lampung membuka pendaftaran untuk mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket B. UNPK Paket B tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Juli 2008. Tahap kedua diselenggarakan pada 17 November 2008.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Hery Suliyanto mengatakan, peserta UNPK 2008 Paket A setara SD di Lampung sudah terdaftar sebanyak 437 orang, Paket B setara SMP sebanyak 3.052 orang, dan Paket C setara SMA sebanyak 2.941 orang.

Bahasa Indonesia rendah

Di Palembang, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mencatat, sekitar 50 persen dari 1.397 siswa SMP tidak lulus ujian nasional 2008 karena nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia mereka rendah.

Ketua Tim Ujian Nasional Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas pada Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan Irianto, Minggu di Palembang, mengatakan, jumlah siswa SMP di Provinsi Sumsel yang tidak lulus UN mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 600 siswa, 300 siswa tidak lulus dalam mata pelajaran Matematika, 300 siswa lainnya tidak lulus dalam pelajaran Bahasa Inggris, dan 200 siswa tidak lulus dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

”Dari data bisa dilihat Bahasa Indonesia penyebab tertinggi ketidaklulusan,” kata Irianto.

Dengan hasil tersebut, Irianto menjelaskan, angka kelulusan SMP di Sumsel tahun ini relatif tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2007, yakni sebesar 98,6 persen. Di sisi lain, angka ketidaklulusan mencapai 1,4 persen. Total peserta UN SMP di Sumsel mencapai 99.146 siswa.

Di Jawa Barat, jumlah siswa yang berhasil menempuh ujian nasional SMP naik 0,51 persen, yakni dari tingkat kelulusan 98,43 persen menjadi 98,94 persen. Tahun ini jumlah siswa yang lulus UN SMP di Jabar mencapai 411.866 siswa, dengan rata-rata nilai kelulusan 7,41.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dadang Dally mengatakan, itu menunjukkan peningkatan kualitas angka kelulusan dibandingkan dengan nilai kelulusan standar nasional yang hanya 5,25.

Peningkatan jumlah dan nilai kelulusan terjadi pula di tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) dan SMP terbuka di Jabar. Tahun ini, pada tingkat MTs, 130.266 siswa lulus dengan nilai rata-rata 7,45. Sementara pada tingkat SMP terbuka, yang diikuti 21.249 siswa, lulus dengan nilai rata-rata 6,73.

Di Tegal, Jawa Tengah, angka kelulusan siswa SLTP naik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Kota Tegal Titik Andarwati mengatakan, jumlah SMP yang mencapai kelulusan 100 persen tahun ini sebanyak enam sekolah. Tahun lalu, SLTP yang mencapai kelulusan 100 persen hanya dua sekolah. (A04/A15/WIE/ONI/HLN/EVY)

23 June 2008 17:26 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Friday, 21 November 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI