Kata Kunci: dirjen, hamid muhamad, sosok
Oleh: Eva Rohilah/Pena
“Kita telah melaksanakan berbagai terobosan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya indikator pendidikan formal dan non formal. Tuntas wajar dikdas 9 tahun juga dapat dipenuhi dari jalur pendidikan nonformal. Saya perlu mengingatkan, target penurunan penduduk buta aksara 15 tahun ke atas hendaknya dapat dicapai secara signifikan pada 2009,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, pada sambutan pelantikan Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal, Hamid Muhammad, Ph.D.
Hamid Muhammad, yang sebelumnya memimpin Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, menggantikan Ace Suryadi, PhD. Terpilihnya pria kelahiran Madura, 12 Mei 1959, tidak mengagetkan banyak pihak. Di kalangan Depdiknas, kinerja Hamid dinilai luar biasa dalam mengejar tuntas Pendidikan Dasar 9 Tahun, sehingga disebut-sebut sebagai The Rising Star.
Dalam pidato sambutannya, Mendiknas juga mengingatkan beberapa tugas penting sebagai Dirjen PNFI. “Sebagai dirjen PNFI yang baru saya minta Saudara melanjutkan perumusan kebijakan dan standarisasi teknis meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan kesetaraan, pendidikan kemasyarakatan, dan pembinaan kursus dan kelembagaan. Demikian pula pembinaan unit pelaksana teknis enam balai pengembangan pendidikan nonformal dan informal dan dua pusat pengembangan pendidikan nonformal dan informal,” ujar Mendiknas.
Selain melantik Hamid Muhammad, Bambang Sudibyo juga melantik sejumlah rektor untuk periode 2008-2012, yakni Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd (Rektor Universitas Negeri Makassar), Ir. Yan Pieter Karafir, MEc. (Rektor Universitas Negeri Papua). Dr Philotheus Erwin Alex, MSi (Universitas Negeri Manado), Prof. Dr.Daryusti, M.Hum (Ketua Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang) dan H.Riswan, ST, MM, (Direktur Politeknik Negeri Samarinda).
15 May 2008 10:54 WIB
Friday, 12 March 2010
POLLING PEMBACA |