Kata Kunci: approve school, basic licence, Garuda Indonesia, SMKN 29 Jakarta, STM Penerbangan
Oleh: Yudi Iswanto/Dok Pena
Mereka belajar soal dunia penerbangan. Pengajarnya tentara dan para ahli. Kerjasama melahirkan basic licence. Mengejar sertifikasi internasional.
LETNAN Satu Gunadi membuka sebuah buku tebal. Isinya pelajaran Gas Turbine Engine. Hari itu anggota TNI Angkatan Udara (TNI-AU) dari Skuadron Teknik 021 duduk di depan sebuah ruangan yang dipenuhi banyak mesin pesawat udara. Dengan suara lantang, sang Letnan Mekanik ini menjelaskan fungsi dari tiap bagian-bagian mesin pesawat jenis turbo jet. Sementara itu, 25 orang pemuda berseragam biru-biru duduk rapi dan penuh konsentrasi mendengarkan semua penjelasan sang letnan.
Tak hanya Letnan Satu Gunadi yang anggota TNI-AU yang senantiasa hadir memberi materi pelajaran di ruang-ruang kelas SMK Negeri 29 Jakarta. Sekolah yang dulu bernama Sekolah Teknologi Menengah (STM) Penerbangan ini memang menggunakan tenaga pengajar dari para praktisi dunia penerbangan, seperti TNI AU dan PT Garuda Indonesia. Yang dari TNI-AU ada tiga orang. Sementara dari Garuda Indonesia ada 10 pengajar.
Thursday, 20 November 2008
POLLING PEMBACA |