rekaman

Situs Porno Ditangkal, Rekaman Mesum Pelajar Masih Marak

Kata Kunci: , , , , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pemerintah memblokir situs porno. Namun rekaman mesum sejumlah pelajar tak jua hilang dari peredaran. Ada yang main di bilik-bilik di warnet, “syuting” di vila, hingga bugil di depan webcam. Butuh kepedulian terhadap para pelajar yang kecanduan beradegan tak senonoh. Siapa bertanggung jawab?

Sebut saja Fulan, 16 tahun, pelajar kelas satu SMA di timur Jakarta ini kaget ketika situs favoritnya, yang biasa menayangkan gambar-gambar porno, tak lagi memajang satu pun foto-foto syur kesukaannya. “Gila, semua foto sudah tidak ada,” katanya berteriak. Fulan mengakses situs favoritnya itu pada 27 Maret lalu, sebelum tenggat resmi yang diberikan pemerintah untuk memblokir situs porno, 1 April.

Fulan baru tersenyum setelah ia menemukan sejumlah situs lainnya, yang bisa bikin pusing-pusingnya hilang, katanya, masih aman-aman saja ia nikmati. “Senang juga masih ada yang bisa dibuka. Meski kecewa berat karena situs favorit saya yang buanyak sekali gambar asyik sudah tidak ada,” katanya.

Sekolah Jangan Tabrak Lari

Kata Kunci: , , , , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Peran teman sepermainan menjadi faktor kunci bila keluarga tak acuh. Anak mudah mengikuti tren apa saja yang berkembang. Hukuman dikeluarkan dari sekolah bagi pelajar yang terlibat kasus hamil dan perilaku seksual lain, dinilai tidak adil dan tak mendidik.

KENAKALAN remaja dalam masalah seks bagi sudah dianggap keterlaluan. Pihak sekolah pun tak ragu bersikap keras dengan langsung memecat pelajar yang terlibat mesum, atau yang hamil di luar nikah. Tapi bagi psikolog remaja, Tika Bisono, kenakalan remaja adalah tanggung jawab semua pihak, terutama keluarga dan sekolah.

Menurut Tika, persoalan remaja bisa timbul karena keluarga atau sekolahnya. Karena itu, “Sekolah yang main pecat begitu saja, sama dengan tabrak lari,” ujar Tika.

Pelajar Perlu Pengetahuan Seks

Kata Kunci: , , , , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Nilai, moral, kognisi, persepsi, sikap dan tingkah laku menjadi subjek penting pengembangan diri anak. Sekolah biasanya hanya menekankan pada sikap dan tingkah laku. Siswa tergoda seks karena kematangan pribadi tidak berkembang.

MARAKNYA peredaran rekaman porno pelajar membuat berbagai kalangan prihatin. Ada yang menganggapnya sebagai kegagalan pendidikan. Tak sedikit kalangan pendidik yang menilai persoalan perilaku siswa dipengaruhi banyak faktor di luar sekolah.

“Para remaja juga harus dibekali pengetahuan yang benar dan cukup tentang seks,” kata Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Drs Karnadi, MSc, berpendapat. “Tanpa pengetahuan yang cukup, mereka hanya akan berusaha mencoba-coba.”

Reporter Majalah PENA PENDIDIKAN, Murnita Dian Kartini, mewawancarai Karnadi di kantornya di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Petikannya:

Monday, 15 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI