pelajar hamil

Jerman: Saat Belia Berbadan Dua

Kata Kunci: , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Oleh: Miranti Soetjipto-Hirschmann/Pena

Seorang bocah berumur 12 tahun melahirkan. Usia ibu hamil di Jerman makin muda. Bagaimana menolongnya?

LIMA tahun lalu, di kala usianya masih 14 tahun, Anna mendapat “kecelakaan.” Perutnya membuncit. Cewek muda dari Jerman itu hamil. Ia galau. Di tahun itu pula, ia melahirkan Chantal, yang kini menjadi bocah lincah berumur 5 tahun. “Saya tak ingin semenit pun kehilangan waktu dengannya,” kata Anna.

Hamil di usia 14 tahun sungguh merepotkan. Di kala perkembangan tubuh belum selesai, dan hasrat bermain masih menggelora, Anna dipaksa memadamkan gejolak itu.

Thailand: Mengajar Ilmu di Balik Tirai

Kata Kunci: , , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Oleh: Iwan Qodar Himawan/Pena

Pendidikan seks di sekolah-sekolah Thailand dinilai terlalu teoritis. Dicari guru yang tak malu bicara soal seks di depan kelas.

COWOK saya tidak mau pakai kondom.” Kalimat itu disampaikan dengan sedikit berbisik oleh Wilai. Usianya kurang dari 17 tahun. Ia murid sebuah SMA di Bangkok, Thailand. Di usia mudanya itu, ia harus menerima kenyataan: hamil! Untuk mencegah agar dirinya tidak berbadan dua, Wilai sebenarnya sudah menggunakan pil sakti. Orang menyebutnya sebagai “morning-after pill”. Toh ia bobol juga.

Aturannya sebetulnya jelas. Setelah pada malam hari berhubungan seks, Wilai harus menelan dua pil. Hamil pun bakal ngacir. Keampuhan akan khasiat pil “setelah esok” sudah dikenal luas di kalangan remaja seperti Wilai dan konco-konconya. Faktanya, jumlah remaja seusianya yang harus jadi ibu di kala remaja, tak juga berkurang. Banyak di antaranya menimpa pelajar.

Friday, 21 November 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI