PAUD

Target APK Anak Usia Dini 2009 53,9 Persen

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Program PAUD merupakan salah satu program prioritas Depdiknas. Angka partisipasi kasar (APK) PAUD tahun 2008 baru mencapai 50,03 persen dari 29,8 juta anak. Target APK PAUD formal maupun PAUD nonformal akhir tahun ini adalah 53,9 persen baik yang dikelola Depdiknas maupun Departemen Agama.

 

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jumat (15/05/2009) .  ”Masa usia PAUD 0-6 tahun adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi anak,” katanya.

Tutor PAUD Kurang Dihargai

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Kamis, 27 November 2008 | 00:50 WIB

 

Berkembangnya layanan pendidikan anak usia dini membutuhkan banyak tutor kompeten untuk merangsang tumbuh-kembang anak usia 0-6 tahun secara maksimal. Namun, penghargaan yang diberikan pemerintah kepada tutor pendidikan anak usia dini ini masih minim dan terbatas.

 

Dari 188.834 tutor pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal saat ini, baru sekitar 30.000 tutor yang mendapatkan insentif dari pemerintah pada tahun 2008. Besarnya insentif yang diberikan Rp 100.000 per bulan, dan hanya untuk enam bulan.

 

”Pada 2009, pemerintah mengajukan insentif untuk 50.000 tutor PAUD. Besarnya Rp 1,2 juta per tutor per tahun. Karena dana yang masih terbatas, nanti ada kuota tutor PAUD yang menerima insentif di setiap daerah,” tutur Sujarwo Singowidjojo,Direktur PAUD Departemen Pendidikan Nasional yang dihubungi dari Jakarta pada hari Rabu (26/11).

 

Menurut Sujarwo, pemerintah daerah perlu menyediakan anggaran untuk tutor PAUD guna mendukung insentif yang sudah diberikan pemerintah pusat. Peran tutor ini penting untuk mendukung lembaga PAUD nonformal, terutama untuk mela- yani anak-anak tidak mampu dan di pedesaan, yang jumlahnya terus meningkat. Saat ini ada 48.132 lembaga PAUD nonformal.

 

Cerdas secara komplet

 

Secara terpisah, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, saat pembukaan seminar dan lokakarya nasional PAUD di Bogor, mengatakan, pemerintah menyadari betul perlunya meningkatkan layanan PAUD. Untuk itu, lembaga-lembaga PAUD terutama nonformal akan diperbanyak.

 

”Masa anak usia dini adalah masa yang sangat strategis dengan memberikan rangsangan yang tepat. Rangsangan-rangsangan itu termasuk di dalamnya adalah perawatan-perawatan yang sifatnya medis. Kemudian memberikan gizi dan rangsangan-rangsangan kecerdasan, serta tempat bermain yang tepat kepada anak agar anak itu cerdas secara komplet bukan hanya cerdas secara intelektual saja,” kata Bambang.

 

PAUD begitu lama diabaikan di Indonesia dan baru mendapatkan perhatian setelah ada deklarasi Dakkar pada tahun 2000. Kemudian, Indonesia baru meresponsnya pada tahun 2002. Dari sisi anggaran, perhatian kepada PAUD dinaikkan mulai tahun 2005.

 

Alokasi anggaran untuk PAUD masih difokuskan pada perlu- asan akses. Upaya ini mampu mendongkrak angka partisipasi kasar (APK) PAUD yang saat ini mencapai 50,47 persen dari anak-anak usia 0 hingga 6 ta- hun. (ELN)

 

Sumber: Harian Umum Kompas

Alokasi Anggaran PAUD Difokuskan pada Perluasan Akses

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Bogor, Rabu (26 November 2008)–Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menyampaikan, alokasi anggaran untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) akan difokuskan pada perluasan akses. Angka partisipasi kasar (APK) PAUD saat ini mencapai 50,47 persen, sedangkan APK sekolah dasar (SD) sudah mencapai 115 persen. Selama empat tahun terakhir pemerintah secara konsisten memberikan anggaran yang cukup besar untuk PAUD.

“PAUD begitu lama di Indonesia diabaikan dan baru mendapatkan perhatian setelah ada deklarasi Dakkar pada tahun 2000. Kemudian, Indonesia baru meresponnya pada 2002. Dari sisi anggaran, perhatian kepada PAUD dilonjakkan mulai 2005. Alokasi anggaran untuk PAUD akan lebih difokuskan pada perluasan akses,” kata Mendiknas pada Seminar PAUD di International Convention Center Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/11/2008) .

Depdiknas akan Sebarluaskan Sistem PAUD Holistik Integratif

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bekerjasama dengan Bappenas mulai 2009 akan menyebarluaskan sistem pendidikan anak usia dini (PAUD) secara holistik dan integratif. Semua jenis stimulasi untuk anak dan berbagai lembaga terkait yang selama ini mengembangkan dan membina PAUD akan dikelola dalam satu sistem penyelenggaraan yang utuh. Di samping itu, peningkatan akses dan perluasan kesempatan peserta didik PAUD yang berasal dari keluarga kurang mampu akan memperoleh perhatian yang lebih besar.

 

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) pada Seminar Nasional PAUD dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun HIMPAUDI Ke-3 di Depdiknas, Jakarta, Senin (17/11/2008)

PAUD Di Antara Bukit Kapur

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Kabupaten Gunungkidul

 

Tumbuh subur hingga ke dusun tertinggal. Anak usia dini hampir 28.000 jiwa, baru terlayani 158 lembaga PAUD. Kendala dana dan minimnya pendidik. Berupaya dengan dukungan modal sendiri.

 

Hujan lebat yang mengguyur Dusun Brongkol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul pagi itu, pertengahan Februari lalu, tak menyurutkan niat Saminah, 33 tahun, dan putri kecilnya, Aini, 4 tahun, menuju rumah Partorejo, mantan kepala dusun setempat. Bukan karena ada pertemuan warga di sana. Rumah Pak Kadus lama itu menjadi tempat sanggar kegiatan belajar dan pendidikan anak usia dini (PAUD), sejak April 2007.

Golden Age di Lahan Sempit

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Oleh: Ayu N Andini/Dok Pena

Angka partisipasi kasar (APK) PAUD Jakarta mencapai 52,9% dari sekitar 1 juta jiwa anak usia dini. Sebanyak 60% dana pengembangan PAUD untuk PAUD nonformal.

“LAHANNYA belum memadai, tapi kami tak bisa menunggu lama. Anak-anak ini butuh sekolah,” ucap Neneng Suryati, pendidik untuk anak usia dini di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Di lingkungan kumuh dan padat penduduk ini, sekolah untuk anak usia dini didirikan.

Usia emas hanya datang sekali, tatkala manusia berusia teramat belia: 0-6 tahun. Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, tak mau usia penting itu lewat begitu saja bagi warganya. Ia pun mengerahkan segala sumber dayanya untuk mendidik kaum belia di Ibu Kota.

Mangga Ubi Punya Profesor

Kata Kunci: , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Oleh: Fetty Shinta Lestari/Dok Pena

NAMANYA Santi Sukesti Martono. Ia sangat serius saat mendengarkan paparan ibu-ibu kader BKB-PAUD (Bina Keluarga Balita-Pendidikan Anak Usia Dini) Dorang I, RW 10, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Bu Santi adalah tim penilai lomba BKB-PAUD tingkat provinsi di Jakarta, tahun ini.

Setelah mendengarkan paparan, Bu Santi balik bertanya kepada kader BKB-PAUD. “Ibu, seragamnya cantik sekali. Ibu membelinya sendiri?” Ia bertanya sambil tersenyum. Yang ditanya merasa senang.

PAUD Jawa Timur: Menjamur Sampai ke Dusun

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Oleh: Saiful Anam dan Mukti Ali (Surabaya)

Perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai yang terpesat di Indonesia. Lembaga PAUD kini merangsek hingga ke dusun-dusun. Organisasi HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) juga terbentuk sampai tingkat kecamatan, dan aktif melakukan pelatihan untuk meningkatkan mutu pendidik PAUD. Selain itu, untuk menghindari dikotomi dan semakin memperluas akses PAUD, Dinas Pendidikan Jawa Timur menggulirkan kebijakan berupa sinergi PAUD formal dan nonformal.

Gairah baru menyergap masyarakat Dusun Candilor dan Dusun Panggung Nongko, yang keduanya terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Mereka kini pada antusias memasukkan anaknya di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) Harapan Kita yang didirikan sejak pertengahan tahun lalu.

PAUD

Kata Kunci:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Saiful AnamOleh : Saiful Anam

PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini. Tetapi, cakupan persoalannya tidak sependek singkatannya. Sebagai contoh, sesuai Pasal 28 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa PAUD mencakup usia 0-6 tahun. Namun ketika Anda bertanya: mengapa urusan pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) yang mendidik anak-anak usia 4-6 tahun tidak dimasukkan ke Direktorat PAUD? Nah, jawabannya bisa panjang.

Hj. Nibras binti Ooedin Rahmani Salim: Perjalanan Hidup Yang Menginspirasi

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Hj. Nibras binti Ooedin Rahmani Salim: Perjalanan Hidup Yang MenginspirasiSejak usia 2 tahun terpisah dari orangtuanya. Tergerak menggeluti pendidikan anak lantaran prihatin melihat anak SMA tak hafal kalimat syahadat. Pada 1958 ia merintis TK Islam yang mengenalkan pendekatan bermain sambil belajar, selalu bertaut dengan nafas Islam. TK Istiqlal yang dipimpinnya menjadi rujukan model PAUD tingkat nasional.

Friday, 12 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI