Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jumat (15/05/2009) . ”Masa usia PAUD 0-6 tahun adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi anak,” katanya.
Kamis, 27 November 2008 | 00:50 WIB
Berkembangnya layanan pendidikan anak usia dini membutuhkan banyak tutor kompeten untuk merangsang tumbuh-kembang anak usia 0-6 tahun secara maksimal. Namun, penghargaan yang diberikan pemerintah kepada tutor pendidikan anak usia dini ini masih minim dan terbatas.
Dari 188.834 tutor pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal saat ini, baru sekitar 30.000 tutor yang mendapatkan insentif dari pemerintah pada tahun 2008. Besarnya insentif yang diberikan Rp 100.000 per bulan, dan hanya untuk enam bulan.
”Pada 2009, pemerintah mengajukan insentif untuk 50.000 tutor PAUD. Besarnya Rp 1,2 juta per tutor per tahun. Karena dana yang masih terbatas, nanti ada kuota tutor PAUD yang menerima insentif di setiap daerah,” tutur Sujarwo Singowidjojo,Direktur PAUD Departemen Pendidikan Nasional yang dihubungi dari Jakarta pada hari Rabu (26/11).
Menurut Sujarwo, pemerintah daerah perlu menyediakan anggaran untuk tutor PAUD guna mendukung insentif yang sudah diberikan pemerintah pusat. Peran tutor ini penting untuk mendukung lembaga PAUD nonformal, terutama untuk mela- yani anak-anak tidak mampu dan di pedesaan, yang jumlahnya terus meningkat. Saat ini ada 48.132 lembaga PAUD nonformal.
Cerdas secara komplet
Secara terpisah, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, saat pembukaan seminar dan lokakarya nasional PAUD di Bogor, mengatakan, pemerintah menyadari betul perlunya meningkatkan layanan PAUD. Untuk itu, lembaga-lembaga PAUD terutama nonformal akan diperbanyak.
”Masa anak usia dini adalah masa yang sangat strategis dengan memberikan rangsangan yang tepat. Rangsangan-rangsangan itu termasuk di dalamnya adalah perawatan-perawatan yang sifatnya medis. Kemudian memberikan gizi dan rangsangan-rangsangan kecerdasan, serta tempat bermain yang tepat kepada anak agar anak itu cerdas secara komplet bukan hanya cerdas secara intelektual saja,” kata Bambang.
PAUD begitu lama diabaikan di Indonesia dan baru mendapatkan perhatian setelah ada deklarasi Dakkar pada tahun 2000. Kemudian, Indonesia baru meresponsnya pada tahun 2002. Dari sisi anggaran, perhatian kepada PAUD dinaikkan mulai tahun 2005.
Alokasi anggaran untuk PAUD masih difokuskan pada perlu- asan akses. Upaya ini mampu mendongkrak angka partisipasi kasar (APK) PAUD yang saat ini mencapai 50,47 persen dari anak-anak usia 0 hingga 6 ta- hun. (ELN)
Sumber: Harian Umum Kompas
“PAUD begitu lama di Indonesia diabaikan dan baru mendapatkan perhatian setelah ada deklarasi Dakkar pada tahun 2000.
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bekerjasama dengan Bappenas mulai 2009 akan menyebarluaskan sistem pendidikan anak usia dini (PAUD) secara holistik dan integratif. Semua jenis stimulasi untuk anak dan berbagai lembaga terkait yang selama ini mengembangkan dan membina PAUD akan dikelola dalam satu sistem penyelenggaraan yang utuh. Di samping itu, peningkatan akses dan perluasan kesempatan peserta didik PAUD yang berasal dari keluarga kurang mampu akan memperoleh perhatian yang lebih besar.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) pada Seminar Nasional PAUD dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun HIMPAUDI Ke-3 di Depdiknas, Jakarta, Senin (17/11/2008)
Kata Kunci: NON FORMAL, PAUD
Kabupaten Gunungkidul
Hujan lebat yang mengguyur Dusun Brongkol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul pagi itu, pertengahan Februari lalu, tak menyurutkan niat Saminah, 33 tahun, dan putri kecilnya, Aini, 4 tahun, menuju rumah Partorejo, mantan kepala dusun setempat. Bukan karena ada pertemuan warga di
Oleh: Ayu N Andini/Dok Pena
Angka partisipasi kasar (APK) PAUD Jakarta mencapai 52,9% dari sekitar 1 juta jiwa anak usia dini. Sebanyak 60% dana pengembangan PAUD untuk PAUD nonformal.
“LAHANNYA belum memadai, tapi kami tak bisa menunggu lama. Anak-anak ini butuh sekolah,” ucap Neneng Suryati, pendidik untuk anak usia dini di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Di lingkungan kumuh dan padat penduduk ini, sekolah untuk anak usia dini didirikan.
Usia emas hanya datang sekali, tatkala manusia berusia teramat belia: 0-6 tahun. Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, tak mau usia penting itu lewat begitu saja bagi warganya. Ia pun mengerahkan segala sumber dayanya untuk mendidik kaum belia di Ibu Kota.
Kata Kunci: Jakarta, PAUD, sukesti martono
Oleh: Fetty Shinta Lestari/Dok Pena
NAMANYA Santi Sukesti Martono. Ia sangat serius saat mendengarkan paparan ibu-ibu kader BKB-PAUD (Bina Keluarga Balita-Pendidikan Anak Usia Dini) Dorang I, RW 10, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Bu Santi adalah tim penilai lomba BKB-PAUD tingkat provinsi di Jakarta, tahun ini.
Setelah mendengarkan paparan, Bu Santi balik bertanya kepada kader BKB-PAUD. “Ibu, seragamnya cantik sekali. Ibu membelinya sendiri?” Ia bertanya sambil tersenyum. Yang ditanya merasa senang.
Kata Kunci: Jawa Timur, PAUD
Oleh: Saiful Anam dan Mukti Ali (Surabaya)
Perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai yang terpesat di Indonesia. Lembaga PAUD kini merangsek hingga ke dusun-dusun. Organisasi HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini
Gairah baru menyergap masyarakat Dusun Candilor dan Dusun Panggung Nongko, yang keduanya terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Mereka kini pada antusias memasukkan anaknya di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) Harapan Kita yang didirikan sejak pertengahan tahun lalu.
Kata Kunci: PAUD
PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini. Tetapi, cakupan persoalannya tidak sependek singkatannya. Sebagai contoh, sesuai Pasal 28 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa PAUD mencakup usia 0-6 tahun. Namun ketika Anda bertanya: mengapa urusan pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) yang mendidik anak-anak usia 4-6 tahun tidak dimasukkan ke Direktorat PAUD? Nah, jawabannya bisa panjang.
Sejak usia 2 tahun terpisah dari orangtuanya. Tergerak menggeluti pendidikan anak lantaran prihatin melihat anak SMA tak hafal kalimat syahadat. Pada 1958 ia merintis TK Islam yang mengenalkan pendekatan bermain sambil belajar, selalu bertaut dengan nafas Islam. TK Istiqlal yang dipimpinnya menjadi rujukan model PAUD tingkat nasional.
Friday, 12 March 2010
POLLING PEMBACA |