Sudirman
Oleh: Sigit Widyatmoko, MKes, SpPD *)
Tanggal 10 Juli 1949, rakyat Jogja berjejal di sepanjang jalan sekitar alun-alun utara.
Ternyata jenderal besar betul-betul pahlawan. Dengan paru-paru yang tinggal ¼ –paru satu sudah rusak, satunya lagi tinggak separuh– dia memilih bergerilya, daripada ditangkap Belanda. Semuanya terkejut dan terharu ketika melihat Jenderal Sudirman keluar dari tandunya. Tidak seperti gambaran sosok tentara yang gagah dan perkasa, justru wajahnya kuyu dan pucat, tampak lebih tua dibanding usia sebenarnya yang masih 34 tahun. Badan kurus. Amat wajar, karena penyakit tuberkulosis telah menggerogoti parunya. Selain itu istirahat yang kurang, makan yang tidak teratur karena sering di hutan, dan obat-obatan yang sangat terbatas membuat kondisinya tambah buruk. (more…)
Tags: paru-paru, sudirman, tuberkolosis
