Kata Kunci: olimpiade sains, peraih medali
Jumat, 6 Maret 2009 | 04:53 WIB
Sejumlah peraih medali olimpiade internasional di Tanah Air diincar perguruan tinggi di luar negeri. Selain memberikan iming-iming beasiswa, perguruan tinggi asing juga menawarkan sejumlah fasilitas lainnya, termasuk pekerjaan.
Firmansyah Kasim (18), siswa kelas III SMA Athirah Makassar yang pernah meraih medali emas di ajang olimpiade fisika internasional tingkat Asia dan internasional, Kamis (5/3), mengatakan, dirinya didatangi perwakilan dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sejak setahun lalu. Perguruan tinggi ini menawarkan bebas tes masuk, beasiswa pendidikan, dan ikatan kerja selama tiga tahun di perusahaan di Singapura.
Kata Kunci: olimpiade sains, peserta
Rabu, 17 Desember 2008 | 00:59 WIB
Penjaringan dan pembinaan pelajar untuk berprestasi dalam ajang kompetensi sains internasional di Indonesia belum optimal. Hal ini disebabkan penjaringan yang dilakukan belum merata sampai ke daerah pelosok yang sebenarnya juga memiliki potensi anak-anak genius atau berbakat istimewa.
”Yang dilakukan pemerintah dalam menjaring dan membina anak-anak agar berprestasi dalam olimpiade sains internasional sudah bagus. Meski demikian, penjaringan belum merata hingga ke pelosok sehingga anak-anak berprestasi yang muncul lebih banyak dari perkotaan,” kata Yohanes Surya, Ketua Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia di Jakarta, Selasa (16/12).
Kata Kunci: mahasiswa, olimpiade sains
Sebanyak 4.223 mahasiswa mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Perguruan Tinggi se
Animo para mahasiswa untuk mengikuti ajang ini cukup besar. Mereka berasal dari 55 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 69 perguruan tinggi swasta (PTS) se
Kata Kunci: medali atlet, olimpiade sains, orang pintar, Universitas Indonesia
Sumber: Harian Umum Kompas
Rabu, 4 Juni 2008 | 02:00 WIB
UNIVERSITAS Indonesia menyediakan kursi tanpa tes bagi calon mahasiswa baru yang berprestasi, seperti atlet dan juara olimpiade nasional maupun internasional. Lembaga itu juga mengincar orang-orang pintar Indonesia yang berada di luar negeri untuk bisa menjadi dosen di perguruan tinggi ini dengan gaji sekitar Rp 15 juta per bulan.
Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan hal itu di Jakarta, Selasa (3/6). UI menjadi perguruan tinggi pertama yang mengikat kerja sama secara formal dengan Depdiknas untuk menyediakan jalur khusus ini.
Saturday, 13 March 2010
POLLING PEMBACA |