Kata Kunci: , al ya"lu, malang
YANG CERDAS, BERAKHLAK, DAN NASIONALIS
Oleh: MUkti Ali/Pena
Disain berstandar internasional. Sarana prasarana pendukung komplit. Setiap kelas diajar dua guru yang hampir semuanya sarjana. Bisa di kursi, lesehan, atau belajar di luar kelas. Guru-gurunya harus punya tiga metode pembelajaran berbeda.
ULVA tak sengaja melintas di Jalan Teluk Mandar, Malang, Jawa Timur. Kedua matanya terantuk pada bangunan bernomor 55 –persis di depan Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Otomotif dan Elektronika. Bangunan tegak berhias taman indah nan luas di halaman depan. Komplit dengan sejumlah arena bermain bagi anak-anak. “Benar ini sekolah? Kok seperti tempat wisata,” kata mahasiswi Universitas Negeri Malang itu terheran-heran.
Keheranan Ulva itu bisa jadi dialami banyak orang yang melintas di taman indah itu. Di area lapang seluas 4677 m2 itu berdiri bangunan megah yang dikelilingi taman plus sejumlah sarana bermain. Mulai kereta luncur, papan luncur, papan panjat tebing, wahana bersepatu roda, ayunan, dan permainan lainnya. Bahkan ada lapangan futsal, kolam renang, dan lapangan bola basket. Di lokasi itu yang mirip tempat wisata itu berdirilah sekolah berlabel Pusat Pendidikan Unggulan Al Ya’lu.
Friday, 21 November 2008
POLLING PEMBACA |