fullday school

Kontroversi Belajar Sehari Penuh

Kata Kunci: , , , , , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

full-day-school.jpg

Model pembelajaran full day school marak diselenggarakan di berbagai kota besar. Bermanfaat untuk pengembangan anak dan menolong para orangtua yang sibuk. Butuh biaya cukup mahal dan dituding sebagai trik sekolah menarik duit. Depdiknas tak menganjurkan, tapi juga tak melarang.

RABU itu, akhir Januari lalu, jam sudah menunjukkan hampir pukul tiga sore. Tapi sebuah sekolah dasar (SD) di Jalan Manunggal, Durensawit, Jakarta Timur, masih tampak ramai. SD itu sebenarnya bukan sekolah sore, karena para muridnya datang sejak pagi. Tapi, tiap hari mereka pulang sore. Hampir seharian mereka belajar di sekolah.

Mau Bagus Butuh Proses

Kata Kunci: , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...
  • Wawancara Prof. Suyanto, Ph.D, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas

Oleh: Saiful Anam/Pena

MARAKNYA sekolah-sekolah swasta yang memberlakukan kegiatan pembelajaran sehari penuh (full day school) dengan dalih untuk meningkatkan mutu, tidak membuat Prof. Suyanto, Ph.D risau. Ia hanya mengingatkan masyarakat agar cermat dalam memilih sekolah. Bagi Suyanto, yang meraih gelar doktor bidang Kurikulum dan Pembelajaran Imu-Ilmu Sosial dari Michigan State University, Amerika Serikat, peningkatan mutu tidak bisa dilakukan secara instan, tapi butuh proses panjang.

Untuk mengetahui lebih dalam pandangan Suyanto seputar full day school, ikuti wawancara Saiful Anam dan Fetty Shinta Lestari dari PENA PENDIDIKAN dengan pria asal Magetan, Jawa Timur, itu di ruang kerjanya, akhir Januari lalu:

Thursday, 20 November 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI