PENA AKTUAL

SMK Kehutanan Dihidupkan Kembali

Kata Kunci: ,

Sumber: Harian Umum Kompas

Selasa, 24 Juni 2008 | 01:38 WIB

PERMINTAAN tenaga teknis menengah di bidang kehutanan yang semakin meningkat mendorong Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Kehutanan menghidupkan kembali sekolah menengah kejuruan atau SMK kehutanan di sejumlah daerah. Pembukaan kembali SMK kehutanan, yang dimulai tahun ini, diharapkan dapat segera mengisi kekurangan tenaga ahli menengah di Departemen Kehutanan dan perusahaan-perusahaan swasta kehutanan.

Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Makassar Bambang Mulyono hari Senin (23/5) mengatakan pembukaan kembali Sekolah Kejuruan Menengah Atas (SKMA) Kehutanan menjadi SMK Kehutanan disambut antusias lulusan SMP di wilayah Sulawesi. Dari kursi yang disediakan hanya untuk 40 siswa tahun ini, jumlah pendaftar mencapai 700 orang.

Penerimaan siswa pendidikan kejuruan kehutanan dihentikan tahun 2003 karena ada yang menilai sekolah kehutanan saat itu menyalahi aturan mengenai pendidikan kedinasan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. Penutupan sekolah kehutanan tersebut menyebabakan tidak tersedianya tenaga teknis menengah untuk mengelola hutan lindung, hutan konservasi, dan terutama hutan produksi.

”Untuk hutan produksi saja, diperkirakan kebutuhan tenaga teknis menengah untuk mengerjakan reboisasi, perawatan atau pemeliharaan, hingga pemanenan bisa mencapai 59.000 pekerja. Dalam 15 tahun, kami hanya menghasilkan sekitar 5.000 lulusan. Artinya, ada peluang menyediakan tenaga ahli di bidang pengelolaan hutan,” kata Bambang.

Lulusan SKMA Kehutanan di Manokwari, Makassar, Pekanbaru, Samarinda, dan Jawa Barat selama ini terserap ke Departemen Kehutanan. Namun, saat ini hanya tinggal SKMA Kehutanan Manokwari yang aktif dan meluluskan 40 orang per tahun.

Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional, di sela-sela persiapan Lomba Keterampilan Siswa SMK 2008 di Makassar, mengatakan, untuk memenuhi permintaan tenaga teknis menengah di bidang kehutanan yang ternyata cukup tinggi, pemerintah akan mendorong SMK pertanian juga membuka bidang kehutanan. ”Yang juga penting, informasi pasar kerja yang dibutuhkan bisa diakses masyarakat. Dengan demikian, lembaga pendidikan dan masyarakat bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar,” ujarnya. (ELN)

24 June 2008 06:00 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Saturday, 22 November 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI