Kata Kunci: SMK, teori, Ujian Nasional
Sabtu, 21 Maret 2009 | 03:40 WIB
Selain ujian praktik, mulai tahun 2009 siswa sekolah menengah kejuruan harus mengikuti ujian teori kejuruan. Siswa juga harus mengikuti ujian nasional untuk tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
”Nilai ujian teori minimal empat dan jika kurang dari itu dinyatakan tidak lulus,” kata Direktur SMK Departemen Pendidikan Nasional Joko Sutrisno di Jakarta, Jumat (20/3).
Joko mengatakan, ujian teori kejuruan dulu dibuat sekolah, sedangkan sekarang dibuat secara nasional. ”Tujuannya supaya ada standar dan keseragaman,” kata Joko.
Menurut dia, teori kejuruan ini juga penting. Tidak ada penggabungan nilai teori dan praktik kejuruan. Karena itu, penguasaan kompetensi keahlian baik secara teori dan praktik bagi siswa SMK sama pentingnya.
Furqon, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), menjelaskan adanya tambahan ujian dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) SMK, yakni teori kejuruan sudah merupakan keputusan BSNP dan Direktorat SMK Depdiknas. Pasalnya, dalam standar kelulusan yang ada, penguasaan teori kejuruan harus dipahami betul oleh siswa, bukan sekadar praktik.
”Seharusnya tidak sulit dan tidak usah resah. Untuk bisa melaksanakan praktik kan perlu juga penguasaan teori,” kata Furqon.
Terlalu mendadak
Wurdono, Kepala SMKN 29 Jakarta, mengatakan, ketentuan baru soal adanya teori kejuruan pada ujian kompetensi keahlian sebenarnya bertujuan baik. Namun, sayangnya, perubahan materi ujian kompetensi keahlian yang meliputi teori kejuruan dan praktik kejuruan itu diumumkan mendadak, hanya beberapa bulan menjelang pelaksanaan UN SMK.
Pada tahun lalu, ujian kompetensi keahlian hanya meliputi praktik kejuruan. Standar kompetensi kelulusan ditentukan oleh asosiasi profesi, industri, atau sekolah. Nilai minimal yang dicapai 70.
Di Yogyakarta, sejumlah SMK keberatan dengan uji kompetensi teori karena dikhawatirkan bisa menurunkan tingkat kelulusan SMK. Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DI Yogyakarta Baskara Aji mengatakan, uji kompetensi teori tahun ini akan berlaku serentak di semua SMK di Provinsi DI Yogyakarta pada Selasa (24/3).
”Kebijakan ujian teori ini sangat tidak rasional dan justru bertentangan dengan sistem pembelajaran di SMK yang lebih banyak diberikan dalam bentuk praktik,” kata Kepala SMK Negeri 6 Kota Yogyakarta Sugeng Sumiyoto. (ELN/IRE)
Sumber: Harian Umum Kompas
21 March 2009 10:06 WIB
Wednesday, 10 March 2010
POLLING PEMBACA |
June 12th, 2009 at 12:27 pm
Perkenalkn sblmny sy sorang siswi SMK d kota Semarang kelas XII RPL yg sblmny jg tlh mengikuti UN pd bln Maret & April kmrn.
RPL d skolh sy bru prtama d adakan 3 thn lalu, jd sy adlah angktn prtama jurusan RPL d skolah sy.
Sy setuju dgn slh satu pendpt d ats bhw kebijakan UN teori kejuruan untk siswa SMK tdk rasional krn menurut sy ujian teori kejuruan yg d’terapkan scra Nasional akn menyulitkan para siswa dlm pembelajaran materi UN kejuruan yg blum tentu sesuai dgn pelajaran kejuruan yg sdh d’ajrkn sehari2 d’skolah. Krn msng2 sklh maupun guru stdkny mpnyi stndr pljrn teori kejuruan yg diajarkan berbeda satu sama lain walau dlm satu kompetensi keahlian yg sama.
Contoh nyatany ialah d’kelas sy sydri. Sy bsrta tmn2 skls jur Rekayasa Perangkat Lunak anktn pertama mengaku ckp kesulitan ktk mengerjkn soal teori kejuruan RPL saat UN. Hal ini d’krnkn pd wktu UN kmrn jur kami ‘menginduk’ d slh stu sklh lain yg sama2 mpnyai kejuruan RPL yg sdh lama ada. Krn mendadakny persiapan ujian teori kejuruan dn pemberitahuan kisi2 ujian dr sekolah lain tmpt kami menginduk yg trnyta berbeda dr teori yg slma ini kami pelajari (masing2 sklh mempunyai stndr pengajrn brbda), belajar kami jd tdk optimal. Dan ketika d hr berlangsungny ujian teori kejuruan SMK sy tmbh merasa terheran karna soal yg keluar trny berbeda jauh dr kisi2 yg sy trma dan jg berbeda pula dr pljrn yg sy dptkn dsklh, hnya sbgyn kcl sj yg keluar walaupun ada bbrp soal yg sy bs krjakan. Bbrp tmn skls sy’pun mengeluhkan tentang sulitny soal2 tsb.
Jd yg sy sarankn, tdk apa2 lah klo mau mendkn ‘ujian teori kejuruan’, aslkn memperhtkn jg aspek ‘ketidakseragaman’ bbrp mata pljrn yg dajrkn pr guru khususny dlm teori kejuruan. S’mslny sj pelajrn ‘pemprogaman’ d jur. RPL yg msng2 sklh dgn jur. yg sma, blm tntu menjrkn bahasa pemprograman yg sm pula.
Ktk d soal ujian teori kmrn ada soal tntng bhs pascal yg blm prnh d’jrkn, dn bru d’ajrnkn pd adk kls anktn dbwh sy tp klwr saat UN. Hal ini snggh mengecewakan.
Jd lbh baik Uji Teori Kejuruan diadkn scra sndri sj olh phk sklh.