PENA AKTUAL

Siswa SD Unggulan Belajar Sambil Lesehan


Rabu, 19 Agustus 2009 | 03:48 WIB


Indramayu, - Sekitar 150 siswa Sekolah Dasar Negeri Unggulan Gunung Sari di Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terpaksa belajar sambil lesehan. Ini disebabkan sejak setahun lalu meja dan kursi yang ada di sekolah mereka hilang.

 

Dari enam kelas yang ada di sekolah tersebut, tiga kelas tidak memiliki meja dan kursi untuk siswa-siswinya, yaitu kelas III, IV, dan V. Totalnya ada sekitar 150 dari 276 siswa yang terpaksa belajar sambil lesehan.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Unggulan Gunung Sari Yusup Afandi, Selasa (18/8), menyatakan belum mengetahui penyebab hampir semua meja-kursi di sekolah itu hilang. Dia baru menjabat sebagai kepala sekolah tersebut pada tahun ajaran tahun ini.

 

Menurut Sumiati (38), guru kelas II, meja dan kursi milik sekolah hilang saat renovasi gedung sekolah dilakukan pada awal tahun 2008. Pihak sekolah dan orangtua siswa kemudian bersepakat menyediakan tiga tikar untuk setiap kelas. Namun, saat liburan lalu tikar itu pun hilang.

 

Selain tidak memiliki bangku dan meja, plafon di tiap ruang kelas juga belum dipasang.

Meski lesehan, para siswa tetap semangat belajar. Posisi belajar siswa pun ada yang duduk bersila, ada yang berselonjor, dan sesekali rebahan. Para guru menyatakan merasa kasihan melihat kondisi siswa, tetapi mereka tidak berdaya mengatasinya.

 

Belum ada kepastian

 

Yusup Afandi mengatakan bahwa pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan persoalan ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan sekolah unggulan tersebut akan dilengkapi meja dan kursi belajar yang memadai.

 

Orangtua siswa, Karsawi (41), mengatakan, semula ia berharap sekolah unggulan fasilitas belajarnya lengkap. Apalagi Indramayu merupakan produsen minyak bumi di Jawa Barat. Ternyata meja dan kursi saja tidak punya.

 

Kepala Subdinas Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Indramayu Mas’ud mengatakan, bangku dan meja belajar tersebut tidak hilang, tetapi dialihkan ke sekolah-sekolah lain yang juga membutuhkan.

 

Sekarang, lanjutnya, sedang dalam tahap pengadaan. ”Prosesnya cukup lama karena anggarannya sangat terbatas,” ujarnya.

(THT)

 

Sumber: www.kompas.com

 

19 August 2009 09:23 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Tuesday, 9 February 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI