MENGAJAR di sekolah terpencil banyak kisah uniknya. Ini kisah guru di sebuah desa di pedalaman. Cerita ini bersumber dari obrolan antarguru di sana. Apakah kisahnya aseli atawa tidak, tak perlu dibahas.
Nah, ceritanya di kelas sedang berlangsung pelajaran sejarah. “Anak-anak, proklamasi adalah puncak dari perjuangan kemerdekaan kita. Karena itu sangat penting,” kata Ibu Guru dalam ceramahnya.
Di sela memberi ceramah, Ibu Guru juga menyelipkan pertanyaan kepada murid-muridnya. Kebetulan, Ucok yang tengah terkantuk-kantuk, dapat pertanyaan. “Cok, siapa yang tanda tangan teks proklamasi kita?”
Ucok terselamatkan oleh bel sekolah tanda pelajaran usai. Ucok senang. Bu Guru penasaran dan terheran-heran: mengapa Ucok sampai nangis ketakutan kalau cuma tidak bisa menjawab. Bu Guru berinisiatif mendatangi rumah Ucok. Setiba di sana orangtua Ucok menyambutnya. Bu Guru pun menjalaskan duduk perkaranya. Selang beberapa saat orangtua Ucok masuk ke kamar Ucok, bermaksud mencari jawaban.
Tak berapa lama orangtua Ucok keluar, seraya berkata: Bu, sudah kubujuk-bujuk si Ucok agar dia mengaku saja kalau memang dia yang tanda tangan itu proklamasi. Tapi tetap dia tidak mengaku Bu.
Bu Guru : ?????
31 March 2008 13:23 WIB
Saturday, 22 November 2008
POLLING PEMBACA |