Kata Kunci: sertifikasi lambat, tunjangan
Sumber: Harian Umum Kompas
Jumat, 13 Juni 2008 | 01:00 WIB
Protes keras terhadap kelambatan proses sertifikasi tersebut disampaikan guru-guru yang tergabung dalam Koalisi Pendidikan dan Koalisi Guru Banten saat diterima Komisi X DPR di Jakarta, Kamis (12/6). Mereka mendesak supaya tunjangan profesi guru peserta sertifikasi tahun 2006 dan 2008 dibayarkan terhitung 1 Januari 2008 dan dibayarkan Juni ini.
”Pemerintah tidak becus menjalankan sertifikasi. Guru yang sudah lulus sertifikasi banyak yang belum menerima tunjangan,” kata Agus S, Sekretaris Jenderal Koalisi Guru Banten.
Pemerintah menargetkan melakukan sertifikasi terha- dap sekitar 2,7 juta guru hingga 2015, dan yang lulus akan mendapat tunjangan satu kali gaji pokok.
Anisah M, anggota Komisi X DPR, mengatakan, kebijakan sertifikasi guru menimbulkan banyak persoalan, mulai dari pelaksanaan uji sertifikasi hingga pembayaran tunjangan. Karena itu, Komisi X akan membahas persoalan ini bersama eksekutif.
Achmad Dasuki, Direktur Profesi Pendidik Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, menyebutkan, dari kuota tahun 2006 dan 2007, jumlah guru yang dinyatakan lulus sertifikasi sekitar 183.000 guru, tetapi tunjangan sertifikasi baru disalurkan ke sekitar 38.000 guru.
”Sampai saat ini banyak guru yang sudah lulus sertifikasi, datanya belum dilaporkan ke lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan atau LPTK ke pemerintah pusat. Proses administrasi yang sentralistik ini membuat lambat kerja semua pihak sehingga perlu ada perbaikan,” ujarnya.
Menurut Dasuki, dana senilai Rp 440 miliar dari total Rp 2,7 triliun sudah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk membayar 38.000 guru yang lolos sertifikasi. (ELN)
13 June 2008 08:43 WIB
Thursday, 11 March 2010
POLLING PEMBACA |