PENA AKTUAL

Remaja Memberi Harapan

Kata Kunci: ,


Jakarta - Di tengah karut-marut dunia pendidikan dan berbagai berita kenakalan remaja, masih banyak remaja dan generasi muda yang memberi harapan. Mereka berprestasi dan memiliki semangat sehingga memunculkan rasa optimisme.

 

Demikian pernyataan pengamat pendidikan dari Institute of Education Reform Universitas Paramadina, Utomo Dananjaya, dan fisikawan Indonesia, Yohanes Surya, yang dihubungi secara terpisah di Jakarta, Rabu (24/6).

 

Menurut Utomo Dananjaya, generasi muda yang sekarang duduk di bangku sekolah, bahkan, dapat menjadi kekuatan sangat besar di masa depan jika mereka tumbuh di tengah sistem yang memungkinkan potensi berkembang secara maksimal.

Utomo berpandangan, peran guru sebagai pendidik yang melahirkan generasi baru masih sangat sentral. Sangat dibutuhkan guru yang mempunyai kompetensi untuk menciptakan suasana mengajar yang baik dan menyenangkan bagi siswa. Kini, guru harus dapat menciptakan proses pembelajaran agar siswa aktif mengembangkan potensi dirinya. ”Kalau dulu guru bicara, murid mendengar sekarang sudah berbeda. Guru menjadi fasilitator,” ujarnya.

 

Di bawah bimbingan guru yang kreatif, keterampilan, kecerdasan materi, dan kepribadian anak akan berkembang. ”Secara formal iklim yang menciptakan guru demikian belum ada. Kita perlu sistem pendidikan revolusioner untuk menciptakan secara merata guru yang bagus dan mampu melahirkan generasi baru lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Tidak hanya lingkungan formal anak. Berbagai kegiatan di luar sekolah atau ekstrakurikuler dan aktivitas yang diselenggarakan komunitas dapat menjadi wadah mengembangkan diri remaja.

”Dulu, selalu ada aktivitas di desa, kecamatan, dan youth center di kabupaten. Ruang-ruang tersebut tetap perlu dipelihara,” ujarnya.

 

Yakin dapat Nobel

 

Yohanes Surya, fisikawan Indonesia, meyakini jika bangsa ini memiliki potensi ilmuwan yang tidak kalah daripada negara-negara lain. Dari sejumlah kompetisi sains internasional, pelajar Indonesia bisa menunjukkan prestasi gemilang. Pujian juga diberikan profesor di perguruan tinggi ternama dunia soal kualitas anak-anak Indonesia.

 

”Tinggal bagaimana negara ini memanfaatkan potensi SDM yang ada itu untuk membangun kemajuan bangsa. Anak-anak bangsa yang berprestasi mesti dihargai dengan baik, difasilitasi untuk mendapatkan pendidikan terbaik di dunia, lalu ketika kembali ke Tanah Air juga disediakan fasilitas pendukung untuk memanfaatkan keilmuan mereka,” ujar Yohanes.

 

Dalam pandangan Yohanes, bukan tidak mungkin ilmuwan Indonesia suatu saat nanti bisa meraih penghargaan bergengsi Nobel. Bahkan, dia menargetkan tahun 2020 ada peneliti Indonesia yang bisa meraih Nobel. (INE/ELN)

 

Sumber: www,kompas.com

 

 

25 June 2009 10:34 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Tuesday, 16 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI