Sekelompok yang terdiri dari lebih dari 20 siswa sekolah Tibet menggelar unjuk rasa di kompleks utama Perserikatan Bangsa Bangsa di ibukota Nepal, Kathmandu.
Juru bicara PBB mengatakan anak-anak yang berusia antara 15 dan 18 tahun itu, yang mengenakan seragam sekolah mereka memanjat tembok kompleks PBB tersebut.
Ini adalah aksi protes paling berani yang dilakukan warga Tibet dalam hampir tiga minggu ini di Kathmandu.
Orang-orang Tibet yang hidup dipengungsian mengatakan polisi juga menangkap sekitar 90 warga Tibet lainnya ketika mereka melanjutkan demonstrasi untuk menentang pemerintahan Cina di Tibet.
Bendera kemerdekaan
Juru bicara PBB mengatakan kepada BBC bahwa 21 siswa sekolah itu meminta maaf kepada para pejabat senior dan penjaga karena masuk ke kompleks PBB.
Anak-anak itu mengatakan mereka ingin agar perhatian tertuju pada krisis di Tibet dan mereka mengeluarkan bendera dengan pesan-pesan pro kemerdekaan bagi wilayah yang diperintah Cina itu, kata juru bicara PBB.
Dia mengatakan PBB berharap anak-anak itu tidak dikenakan dakwaan.
Dia meminta aparat berwenang Nepal agar tidak menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa Tibet.
Sewaktu para siswa memanjat masuk ke kompleks PBB, perhatian polisi tampaknya tertuju pada unjuk rasa lebih besar tak jauh dari kantor PBB, di mana 89 orang ditahan, kata para pegiat Tibet.
Ribuan wawrga Tibet yang mengungsi tinggal di Kathmandu dan dalam dua minggu terakhir mereka hampir setiap hari menggelar protes menentang Cina.
Beberapa ratus demonstran sudah ditahan.
Pemrotes dipukuli
Sementara itu, organisasi hak azazi manusia Amnesty International dan PBB sama-sama mengecam cara pemerintah Nepal menangani aksi protes tersebut.
Pada hari Senin, kantor Komisaris Tinggi PBB untuk masalah hak azazi manusia di Nepal mengatakan polisi Nepal menahan orang-orang yang tidak berunjuk rasa hanya karena penampilan mereka - yang tampaknya mengacu pada orang-orang Tibet.
Rekaman film memperlihatkan polisi memukuli para demonstran, termasuk sejumlah biksu.
Nepal mengatakan negara itu tidak dapat membiarkan orang-orang Tibet berunjuk rasa karena mereka mengakui Tibet sebagai wilayah Cina.
Namun PBB mengatakan penahanan massal seperti itu bertentangan dengan semangat masyarakat yang diatur oleh undang-undang.
sumber : www.bbc.co.uk
31 March 2008 08:21 WIB
Saturday, 22 November 2008
POLLING PEMBACA |