PERISTIWA

Presiden: Manusia Penentu Keunggulan

  • HUT Pramuka ke-47

Jumat, 15 Agustus 2008 | 00:14 WIB

 

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, manusia merupakan faktor penentu utama dalam era globalisasi. Karena itu, diperlukan pembangunan manusia yang memiliki karakter dan watak yang kuat tidak sekadar cerdas dan menguasai ilmu pengetahuan.

 

”Manusia menjadi faktor penentu utama dalam menjawab tantangan globalisasi. Gerakan Pramuka sangat penting dan tetap relevan untuk membangun manusia berkarakter, berwatak cerdas, tangguh, berkepribadian luhur, rukun, kompak, dan bersatu,” ujar Presiden dalam upacara peringatan ulang tahun Gerakan Pramuka Ke-47 di Lapangan Gajah Mada, Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8).

Karena peran pentingnya Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pembangunan karakter dan watak manusia, Presiden mencanangkan revitalisasi Gerakan Pramuka tahun 2006. ”Kita tidak ingin Pramuka dianggap tidak penting lagi, melempem, kurang semangat, dan berjalan apa adanya. Gerakan Pramuka sangat penting dan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Presiden menilai, revitalisasi Gerakan Pramuka selama dua tahun melalui inovasi dan perubahan metodologi telah berhasil. Saat ini, Gerakan Pramuka dianggap sebagai pilar penting dalam sistem pendidikan nasional. Untuk makin menghidupkan Gerakan Pramuka, Presiden berharap dibangun gugus depan berbasis sekolah dan wilayah.

Dalam upacara yang merupakan keempat kalinya dihadiri Presiden sejak dilantik tahun 2004 itu, Presiden memberikan tanda kehormatan kepada 25 orang dalam dua jenis lencana, yaitu Melati dan Darma Bakti. Almarhum Pungkas Tri Baruno, anggota Tim Ekspedisi Tunas Indonesia dalam pendakian ke Gunung Mc Kinley, Alaska, Amerika Serikat, mendapat lencana Darma Bakti.

133 orang sakit dan pingsan

Selama persiapan menunggu kedatangan Presiden dan selama upacara, sebanyak 133 anggota Pramuka berturut-turut jatuh sakit dan pingsan. Beberapa dari mereka bahkan harus ditandu untuk diperiksa dan diobati di dua pos kesehatan yang ada di belakang lapangan.

Menurut Ketua Seksi Kesehatan HUT Gerakan Pramuka Sehat Ginting, ratusan anggota Pramuka jatuh sakit dan pingsan karena tidak kuat berdiri lama di tengah terik matahari. Upacara dimulai pukul 15.30, sementara peserta upacara yang jumlahnya sekitar 1.800 orang mulai berbaris sejak pukul 14.00.

”Umumnya mereka berangkat dari sekolah bersama-sama sejak pukul 11.00. Terik matahari membuat mereka pusing-pusing dan beberapa dari mereka pingsan. Tetapi, sebagian besar dari mereka sudah pulih lagi,” ujar Sehat yang berjaga di pos kesehatan.

Dalam empat tahun peringatan HUT Gerakan Pramuka, baru kali ini upacara dilakukan pada siang menjelang sore hari, peserta menghadap ke barat, arah matahari. Tiga tahun sebelumnya, peringatan dilakukan pada pagi hari.

”Kami mengajukan ke Istana, tetapi Presiden bisanya sore hari. Pagi hari ada acara, kata pihak Istana,” ujar Rokhayah, panitia dari Kwartir Nasional.

Kamis pagi, Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 18 orang atas pengabdian dan jasa- jasanya yang luar biasa terhadap negara dan bangsa Indonesia di Istana Negara. (INU)

Sumber: Harian Umum Kompas

15 August 2008 06:30 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Monday, 15 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI