PENA AKTUAL

Pendidikan Kejuruan: Disusun, Kurikulum Transnasional Eropa-Asia

Kata Kunci:

Selasa, 22 Juli 2008 | 01:59 WIB

UNI Eropa dan Asia akan memiliki standar kurikulum transnasional pendidikan keguruan di bidang vokasional. Rancangan ramburambu kurikulum tersebut tengah dibahas bersama oleh 25 negara peserta dalam Kongres I Pendidikan Guru Bidang Vokasional Tingkat Dunia di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, 21-23 Juli ini.

 

Program yang diinisiasi EU-Asia Link ini diorganisasi empat lembaga, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI (Indonesia), Universitat Bremen (Jerman), Universiy Autonomia de Barcelona (Spanyol), dan Universiti Tun Hussein Onn (Malaysia). Proyek yang dirintis sejak 2006 ini memiliki target utama melahirkan standar kurikulum pendidikan keguruan bidang vokasional yang akan diterapkan bersama di Uni Eropa dan Asia.

Sekretaris Umum Panitia Kongres I Pendidikan Guru Bidang Vokasional Tingkat Dunia Prof Aminudin Azis, Senin (21/7), mengatakan, jika standar kurikulum ini tercipta, otomatis nantinya akan ikut mengangkat kualitas pendidikan kejuruan di Asia. Menyamai atau setidaknya ikut mendekati standar kurikulum di Uni Eropa yang lebih dulu maju. Di Eropa, pendidikan kejuruan menjadi penopang industri melalui kehadiran tenaga terampil yang andal.

”Dengan sendirinya akan mengangkat standar di Indonesia. Lewat standardisasi ini, ke depan, bisa transfer kredit jika ada mahasiswa yang mau melanjutkan pendidikan di Eropa,” tuturnya.

Riset Bersama

Dalam kongres internasional ini, ungkapnya, dipaparkan berbagai hasil riset bersama tentang standar kompetensi keguruan vokasional. Dipaparkan juga pengalaman penerapan kurikulumnya di 25 negara peserta. Akan ada deklarasi bersama dari hasil kongres ini nantinya.

Ketua Proyek EU-Asia Link Georg Spottl menuturkan, tidaklah mudah membuat suatu acuan standar kurikulum pendidikan keguruan dan pelatihan bidang vokasional ini mengingat begitu beragamnya unsur budaya dan sosial yang mengikat di negara masing-masing, khususnya Asia. ”Jadi, standardisasi kurikulum itu nantinya hanya mencakup inti, yaitu batas minimal kurikulum yang memadai. Standar itu khususnya mengenai teknologi yang digunakan,” ujarnya.

Rektor UPI Prof Sunaryo Kartadinata mengatakan, kurikulum transnasional yang akan dihasilkan nantinya diproyeksikan untuk mengantisipasi tantangan dan kebutuhan di masa mendatang. Karena itu, formulasi ide yang muncul dalam kongres ini pun diharapkan bisa menghasilkan formulasi konkret. (JON)

Sumber: Harian Umum Kompas

23 July 2008 03:57 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Wednesday, 20 August 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI