Kata Kunci: pendidikan, TKI
Kamis, 27 November 2008 | 00:48 WIB
Pemerintah diminta menata dengan serius pendidikan bagi anak-anak tenaga kerja Indonesia di Malaysia, terutama wilayah
Hal itu dikemukakan anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Provinsi Sumatera Utara, Parlindungan Purba, Rabu (26/11). Parlindungan merupakan Ketua Tim Investigasi Pendidikan DPD ke Sabah
Penataan terhadap pendidikan anak-anak TKI, menurut Parlindungan, sudah sangat mendesak. Sebagian besar dari mereka anak usia wajib belajar, tetapi tidak mendapatkan pendidikan sama sekali.
”Pemerintah
Parlindungan berharap pemerintah mendirikan sekolah
Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas, seusai rapat kerja dengan Panitia Adhoc III DPD, Selasa (25/11), mengatakan, pemerintah akan menata pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia.
”Sudah dipikirkan integrasi antara pendidikan formal dan nonformal. Sekolah Indonesia di Kinabalu yang akan didirikan menjadi sekolah formal sekaligus induk bagi pendidikan nonformal,” ujarnya.
Dia mengatakan, model pendidikan yang paling memungkinkan untuk menjangkau sebanyak mungkin anak TKI yang kondisinya sangat khas di perkebunan tersebut adalah dengan pendidikan nonformal, seperti pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Untuk tahun 2009, pemerintah telah mengajukan anggaran untuk mendorong pendirian lebih banyak lagi PKBM.
”Pemerintah akan membantu masyarakat yang ingin mendirikan PKBM asalkan lembaganya kredibel. Bantuan itu mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, Paket A, B, dan C. Kalau ada yang ingin menyelenggarakan lifeskill juga bisa. Masih dihitung perbedaan biaya antara penyelenggaraan di
Sumber: Harian Umum Kompas
27 November 2008 06:32 WIB
Wednesday, 17 March 2010
POLLING PEMBACA |