Kamis, 7 Agustus 2008 | 03:00 WIB
IKHSAN Brilianto (14), siswa kelas III Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Yogyakarta, menjadi juara pertama Lomba Karya Ilmiah Remaja Ke-40 Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI. Setiap kategori pada umumnya didominasi siswa sekolah menengah atas.
Karya Brilianto, ”Bom Waktu Dunia Pariwisata di Yogyakarta (Sebuah Studi tentang Praktik- praktik Pramuwisata Liar)” memperoleh nilai tertinggi dibanding empat finalis lain.
Juara kategori Ilmu Pengetahuan Teknik diraih Andika Setia Budi, siswa kelas I SMA Kristen Petra 2 Surabaya, Jawa Timur, dan Samuel Stepanus dengan judul penelitian ”Percepatan Pembuatan Tempe Bermedia Stabilisator Temperatur”. Saat mendaftar, keduanya masih SMP.
Kategori Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diraih Ayu Putu H, pelajar SMAN 4 Denpasar,
Pada malam penyerahan hadiah di Gedung LIPI, Rabu (6/8), Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menyatakan, ”Teruslah bersemangat meneliti sejak dini,” katanya.
Dunia penelitian Indonesia saat ini membutuhkan pemasyarakatan hasil penelitian lebih intensif.
Ketua LIPI Umar Anggara Jenie mengatakan, para peneliti perlu dibina sejak dini. Bahkan, sejak di bangku sekolah dasar. ”Cintailah semua ilmu dan geluti dengan serius,” ujarnya.
Ia mendorong para peneliti muda aktif pada forum-forum akademis. ”Tidak ada istilah muda atau senior, yang penting sanggup meneliti,” kata Umar.
Kepada Kompas, Ikhsan yang pernah menjuarai Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tahun 2007 mengatakan, ketertarikan meneliti muncul sejak kelas I SMP, setelah membaca laporan ilmiah kakaknya.
Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-40 diikuti 426 orang dari 26 provinsi. Jumlah peserta Pemilihan Peneliti Muda Indonesia (PPMI) XIV Tahun 2008 diikuti lebih sedikit peserta. Setiap juara I LKIR menerima hadiah Rp 18 juta. Juara per bidang PPMI (empat bidang) menerima Rp 25 juta.
Jangan pesimistis
Di sisi lain, meski dalam kurun 10 tahun terakhir kondisi ilmu pengetahuan di
Hal itu disampaikan Wakil Ketua LIPI Lukman Hakim ketika membuka acara Temu Ilmiah Peneliti Muda Indonesia 2008.
Dia menambahkan, keputusan para pemuda untuk memilih bidang riset amat dihargai karena di tangan merekalah masa depan ilmu pengetahuan
Para peneliti muda diharapkan segera mempersiapkan diri menghadapi kemajuan empat negara Asia, yakni China, India, Jepang, dan Korea Selatan, yang belanja risetnya meliputi 35 persen belanja riset dunia yang menjadikan mereka sebagai pemain iptek utama dunia. (INE/GSA/NIN)
Sumber: Harian Umum Kompas
7 August 2008 06:43 WIB
Wednesday, 17 March 2010
POLLING PEMBACA |