TEKNOLOGI

Panel Surya Untuk Rumah Tangga

Kata Kunci: ,

 

Sumber : Bram Hendrawan (www.ranesi.nl)

Ada dua jenis panel surya. Satu disebut panel listrik dan satu lagi panel penghangat. Dengan panel penghangat, sinar matahari bisa diubah menjadi energi panas untuk menghasilkan air hangat. Air panas sangatlah penting bagi keseharian masyarakat Belanda. Ini karena suhu udara di Belanda dingin.

Jenis panel yang kedua, panel listrik, mengubah sinar matahari menjadi listrik. Listrik bisa dipakai untuk rumah tangga sendiri atau dijual ke jaringan listrik yang ada. Bart Walraven, pemilik perusahaan instalasi panel surya di Belanda, menjelaskan bahwa panel surya terdiri dari beberapa sel yang disebut sel surya. Sel ini terbuat dari sejenis pasir yang disebut, selicium.

“Nah, sel-sel itu menangkap sinar matahari dan menghasilkan percikan-percikan listrik”, kata Walraven. Tapi, listrik itu belum bisa langsung dipakai. Di bawah setiap sel ada sebuah alat yang dipakai untuk mengubah percikan itu menjadi listrik yang bisa dipakai untuk rumah tangga.

Investasi Mahal

Panel surya biasa dipasang di atap rumah. Ada berbagai cara untuk memasangnya. Bisa di atas atap dengan memakai penyangga atau bisa juga di atapnya sendiri. Jadi, panel ini menggantikan genteng. Menurut Bart Walraven pemakai bisa menentukan sendiri berapa banyak panel surya yang ingin dipasang. Setiap panel yang dipasang berarti pengurangan rekening listrik.

“Semakin banyak anda memasang panel semakin banyak pula listrik yang dihasilkan. Berarti semakin sedikit anda bayar listrik yang berasal dari jaringan biasa”, kata Walraven.

Panel surya adalah sebuah investasi yang cukup mahal. Biaya untuk satu panel berkisar antara 3500 Euro, sekitar 50 juta Rupiah, sampai 20 ribu Euro atau lebih dari 200 juta Rupiah. Sekali pasang, panel surya tidak membutuhkan perawatan khusus, hanya beberapa suku cadang yang harus diganti. Panel bisa dipakai 20 sampai 30 tahun.

Pemerintah Belanda beberapa kali memberikan subsidi kepada masyarakat yang ingin memasang panel surya. Tapi, sayangnya subsidi ini tidak setiap saat tersedia. Jadi, terkadang orang harus memakai uang sendiri. Oleh karena itu berapa banyak panel yang dipasang tergantung berapa banyak uang yang tersedia.

Keuntungan

Panel surya adalah alternatif tepat guna mendukung upaya reduksi CO2. Dibandingkan dengan alternatif lain, contohnya kincir angin, panel surya lebih menguntungkan karena lebih murah. Sistem panel surya sangat sederhana dan mudah diinstalasi. Selain itu, sistem ini tidak memakan banyak tempat.

Keuntungan lain tentunya penghematan rekening listrik. Satu panel bisa menghemat 15 persen pemakaian listrik sebuah keluarga yang terdiri dari empat atau lima orang. Jadi, semakin banyak panel, akan semakin sedikit listrik yang harus dibeli dari jaringan listrik biasa. Anda bahkan bisa mandiri, menghasilkan listrik sendiri. Tentunya, dengan syarat harus lebih banyak berinvestasi. Bukannya tidak mungkin di masa depan, setiap rumah akan dipasang panel surya.

27 June 2008 09:02 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL SEBELUMNYA (ARSIP)

Saturday, 22 November 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI