DASAR

MENEBAR PESONA BERBEKAL ASA

img_0595.jpg

 oleh : MF. ARIEF/Pena

SMP Negeri 1 Trenggalek

Berawal dari program uji coba dua buah kelas kecil ternyata hasilnya sangat memuaskan. Nilai Ujian Nasional yang dulunya rerata hanya berkisar 7,8 naik menjadi diatas 8 bahkan saat ini sudah mencapai 9,13.

Mencapai prestasi tinggi tak harus dengan biaya tinggi hal itu telah dibuktikan Drs. Catur Winarno, MM, Kepala SMPN 1 Trenggalek. Dengan anggaran sekolah hanya sekitar Rp 660 juta, berbagai prestasi tetap bisa diraih.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo 10 ini merupakan SMP tertua di kota kripik. Letaknya berada di dekat pusat kota. Dengan menempati areal lahan seluas kurang lebih 16 ribu meter persegi sekolah ini kini tengah melanjutkan perjalanannya sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional (SBI).

Menurut Catur, satu hal yang dianggap agak unik dari sekolah ini dibandingkan dengan sekolah yang lain adalah adanya kelas-kelas kecil. Kelas kecil dimulai oleh kepala sekolah pendahulunya. Waktu itu telah dirintis kecil dimana satu kelas hanya diisi maksimal 32 siswa. Produk kelas kecil itu sudah meluluskan dua kali. Hasilnya lonjakan kualitasnya memang luar biasa.

Kelas kecil di SMP 1 Trenggalek sudah dimulai tepatnya pada 2002. Lulusan pertama dari kelas kecil itu nilai ujian nasional sudah mencapai 8,88. Angkatan kedua nilainya naik lagi menjadi 8,94. Sedangkan tahun ini, lulusan kelas kecil mampu meraih nilai ujian nasional 9,13. Nilai rata-rata ujian nasional di kelas besar tak lebih dari 7,5.

“Awalnya hanya membentuk dua kelas kecil. Kini seluruh kelas, hanya diisi 32 siswa. Apalagi sekarang untuk kelas rintisan SBI hanya 25 orang,” kata Catur.

Setting ruang kelas dibikin untuk kursi tunggal. Tujuannya, kata Catur, agar dinamika di kelas lebih mudah. Pembelajaran yang sentralistik tradisional di sekolah ini menurutnya sudah jarang sekali terjadi. Dengan cara seperti itu keberanian anak untuk mengekspresikan diri mendapat kesempatan besar.

 

Semua kelas juga dilengkapi overhead projector (OHP), sesuatu yang tergolong mewah di Trenggalek. Laboratorium Komputer semakin lengkap fasilitasnya. Selain itu ada juga Laboratorium Bahasa dan Multimedia.

Meskipun sebagai rintisan SBI, anggaran sekolah ini ternyata relatif kecil. Tahun lalu itu anggaran operasionalnya hanya Rp 660 juta. Satu yang agak beda di sekolah ini adalah tidak adanya patokan jumlah yang harus dibayar oleh orangtua siswa. Kondisi ini mulai berjalan sejak dua tahun terakhir, baik iuran rutin maupun insidental. Ada yang membayar Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, bahkan ada yang hingga Rp 1,5 juta.

Bagi siswa yang tergolong ekonomi tidak mampu, sekolah juga memberi keringanan. Bahkan ada juga yang dibebaskan sama sekali. Semua itu dengan persyaratan siswa bisa membawa bukti yang kuat antara lain surat dari kelurahan yang disahkan oleh kepala desa.

Setiap bulan April sekolah mengadakan lomba MIPA tingkat SD. Pada Lomba MIPA tersebut ada banyak siswa dijaring masuk ke sekolah ini. Dari ajang lomba MIPA biasanya dijaring sekitar 128 anak. Dari jumlah itu ternyata tidak semua bersekolah di sana. Banyak di antara mereka hanya mau mengukur kemampuan. Dari ajang inilah banyak bibit siswa unggul didapat.

“Anak siapapun saya tidak mau tahu. Saya pinjamkan scanner dari Primagama. Pagi tes dikoreksi sore langsung diumumkan. Dari situ kami terus mendapat bakat-bakat itu,” kata Pak Kepala Sekolah.

Biasanya materi yang ada di lomba hanya Matematika dan IPA. Namun tahun ini ditambah dengan bahasa Inggris. Penambahan materi itu ada kaitanya dengan status sekolah sebagai rintisan SBI, selain untuk mengenalkan pada masyarakat bahwa Bahasa Inggris harus dikenal sejak dini. Ternyata dampaknya luar biasa. “Sekarang SD yang ada di Trenggalek sudah mulai bergairah mengajar Bahasa Inggris,” kata Catur.

Lulusan banyak sekolah ini ternyata banyak yang diterima di sekolah ternama di Trenggalek dan kota sekitarnya. Misalnya SMA Boyolangu Tulungagung, SMA 2 Kediri dan SMA 3 Malang, bahkan sampai ke SMA 3 Yogyakarta.

MF. ARIEF (Trenggalek)

 

 

2 April 2008 15:22 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Wednesday, 20 August 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI