oleh : Saiful Anam, MF. Arief/ Pena
Jambore 1000 PTK-PNF 2008 bakal digelar di Semarang, Jawa Tengah. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Pola seleksi dan penilaian dilakukan lebih ketat.
Wajah kota Semarang, ibukota Jawa Tengah, pada tanggal 7 s.d 12 Agustus nanti sontak akan akan berubah. Umbul-umbul berwarna-warni bertebaran di sudut-sudut kota. Hotel-hotel pada penuh sesak.
Betapa tidak, dalam rentang sepekan itu lebih dari 1000 orang dari seantero Nusantara menjejali Semarang, yang populer dengan sebutan kota lumpia. Sejumlah pejabat teras Departemen Pendidikan Nasional dari Jakarta juga akan hadir. Maklum, hari-hari itu akan digelar kegiatan level nasional bertajuk Jabore 1000 PTK-PNF 2008. Program ini dilaksanakan oleh Direktorat PTK-PNF, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk kedua kalinya, setelah tahun lalu di Jakarta.
Meski masih digelar beberapa bulan lagi, namun gaung Jambore PTK-PNF 2008 sudah demikian terasa dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Penghargaan dan Perlindungan (Harlindung) PTK PNF 2008. Rakor diselenggarakan di Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta, pada 15-16 Maret lalu. Rapat dihadiri para kepala subdinas bidang pendidikan luar sekolah provinsi, kepala Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI), kepala Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB), pejabat di lingkungan Direktorat PTK PNF, serta tim akademisi dari beberapa universitas ternama. Rakor dan sinkronisasi ini dibuka Erman Syamsudin, SH., M.Pd, Direktur PTK PNF.
“Kalau bisa ini adalah pertemuan terakhir. Pertemuan dua hari ini untuk menyatukan langkah. Apa saja yang harus dilakukan, sehingga tidak ada ketimpangan-ketimpangan dari satu daerah dengan daerah yang lain,” kata Erman. Rakor di Hotel Sofyan itu adalah pertemuan ketiga, setelah sebelumnya digelar di Hotel Cempaka, Jakarta, dan di sebuah hotel di Yogyakarta.
Menurut Drs. Abu Bakar Umar, M.Pd, Kepala Subdit Penghargaan dan Perlindungan (Harlindung) Direktorat PTK-PNF, pihaknya sudah melakukan persiapan serius untuk menggelar hajatan raksasa tersebut. “Kami sudah mendistribusikan pedoman pelaksanaan jambore ke seluruh Indonesia, katanya kepada MISI.
Selain itu, Direktorat PTK-PNF juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, LPMP Jateng, dan BPPNFI Regional III Semarang untuk membicarakan hal-hal teknis pelaksanaan. Tempat penyelenggaraannya dipusatkan di BPPNFI Regional III Semarang, LPMP Jateng, dan Hotel Patra Jasa. Rencananya, malam puncak kegiatan tersebut digelar pada tanggal 11 Agustus malam hari di Aula Masjid Agung Semarang.
Direktorat PTK-PNF juga tengah memfinalkan pedoman penilaian LKN (lomba karya nyata), Lomba Karya Tulis (LKT) dan Porseni. Kegiatan jambore nanti memang meliputi LKN, LKT, paduan suara, dan lomba desain/logo PTK-PNF yang diikuti 14 unsur PTK-PNF. “Selain itu, pada jambore tahun ini juga kita sertakan kepala SKB. Jadi nanti ada 15 unsur yang dinilai,” tambah Abu Bakar.
Sebelum digelar pada tingkat nasional di Semarang, masing-masing provinsi diminta menggelar lebih dulu di daerahnya masing-masing. Dana penyelenggaraan di provinsi itu berasal dari pusat. Karena itu Direktorat PTK-PNF menjalin kesepakatan kerjasama (MOU) dengan dinas pendidikan provinsi untuk menggelar kegiatan tersebut. Setelah MOU ditandatangani Direktur PTK-PNF, Kepada Dinas Provinsi, dan Sekretaris Ditjen PMPTK, baru dana block grant kegiatan tersebut dicairkan ke provinsi masing-masing. MOU itu sudah tuntas pada April ini.
“Jadi sebelum peserta jambore dikirim ke Semarang, hendaknya diseleksi dulu di tingkat provinsi masing-masing dari 14 unsur plus kepala SKB tersebut. Jangan sampai yang dikirim nanti tidak bisa apa-apa. Provinsi harus menyeleksinya secara ketat, dan semua sudah ada panduannya,” tegas Abu Bakar.
Provinsi Jawa Tengah yang kali ini ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jambore 1000 PTK-PNF 2008 kebetulan adalah juara umum Jambore 1000 PTK PNF 2007 lalu, yang diselenggarakan di Sawangan, Depok. Jambore pertama melahirkan 14 nama yang tampil sebagai yang terbaik. Mereka adalah Drs Tri Wuryanto, Masyhudi Sya’an, S.Ag, Susana Exi Karubuy, Andi Musliadi, S.Pd, SNA Ermawati, Harianingsih El Rahma, Ir. Nismawati, Diana Kartika Kusumawati,SP, M.Pd, Zulfikar Puluhulawa, S.Sos, Supardi, SH, Jamaludin, ST, Lody Lontoh, Elisabeth Eva Agustina Beru Purba, S.Pd dan Rani Sintiawati.
Karya nyata yang mereka paparkan merupakan hasil dari pengalaman langsung di lapangan dalam menggeluti dunia pendidikan nonformal. Para pemenang tersebut telah memberi sumbangan berarti bagi peningkatan mutu lembaga pendidikan nonformal, khususnya PTK PNF.
Ada beberapa hal baru yang membedakan dengan penyelenggaraan Jambore lalu. Salah satunya adalah adanya enam kategori lomba yang baru diperlombakan tahun ini. Lomba yang masuk dalam kategori olahraga dan seni tersebut diantaranya lomba mendongeng bagi pendidik PAUD, lomba cipta lagu mars PTK PNF, lomba peragaan tata rias pengantin Indonesia, lomba desain grafis, lomba olahraga tradisional pencak silat serta lomba penyajian kue tradisional khusus bagi instruktur tata boga.
Pada Rakor di Hotel Sofyan, delegasi dari Jawa Tengah memaparkan kediapannya menyelenggarakan Jambore PTK PNF. Jumlah peserta yang akan hadir di acara ini diperkirakan sebanyak 1084 orang. Berbagai persiapan sudah dilakukan, mulai penentuan lokasi lomba, transportasi, dan tetek bengek lainnya. “Menurut rencana pembukaan dilakukan Gubernur Jawa Tengah di Gradika Bhakti Praja. Sedangkan pada acara penutupan sekaligus pemberian penghargaan di acara Gebyar 1000 PTK PNF dipimpin Bapak Menteri Pendidikan Nasional,” kata Drs Sukirno, MPd , Kepala Subdin PLS Jawa Tengah.
Sukirno menambahkan, kegiatan jambore dilaksanakan di tiga lokasi. Separuh peserta rencananya ditempatkan di Hotel Patra Jasa. Sisanya berada di BPPNFI Regional III dan LPMP Jawa Tengah. Hotel Patra Jasa juga dipakai untuk penyelenggaraan seminar ilmiah, dan workshop. Hotel ini terpilih karena memiliki tiga aula berkapasitas besar yang memadai.
Mengingat lokasi perlombaan dilaksanakan di tiga tempat berbeda jarak, panitia telah menyiapkan transportasi berupa enam buah minibus milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Semarang dan Universitas Negeri Semarang. “Di masing masing lokasi disediakan dua minibus. Untuk penutupan jumlah bus akan ditambah sesuai dengan kebutuhan,” kata Sukirno.
Pada acara penutupan, rencananya dimeriahkan oleh pameran hasil produk Jawa Tengah. Peserta juga akan disuguhi berbagai makanan khas Semarang dan sekitarnya, misalnya bakmi Jawa, soto ayam Semarang, soto Kudus, dawet ayu Banjarnegara, pecel ndeso, bakmi Salatiga, lumpia Semarang, dan masih banyak lagi. Pameran ini didukung 30 SKB dan PTK PNF di seluruh Jawa Tengah. “Panitia daerah juga merencanakan mengundang Tukul Arwana, namun masih menunggu persetujuan dari pusat,” kata Sukirno.
Panitia lokal Jawa Tengah tampaknya memang sudah serius menyiapkan kegiatan raksasa tersebut. Selain itu, mereka juga tetap ingin menggenggam predikat juara umum sebagaimana tahun lalu.
SAIFUL ANAM dan MF ARIEF
17 April 2008 09:51 WIB
Monday, 15 March 2010
POLLING PEMBACA |