PERISTIWA

Krisis Ekonomi Global, Mahasiswa Harus Sensitif


 

Rabu, 27 Mei 2009 | 13:46 WIB

 

JAKARTA— Krisis perekonomian global saat ini merupakan sebuah bencana, tetapi di sisi lain hal tersebut justru pelajaran berharga, khususnya bagi para mahasiswa yang tengah menekuni bidang bisnis internasional, termasuk pada pendidiknya.

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Novianta Hutagalung, Manajer Umum di International Development Program-ABFI Institute Perbanas, Senin (25/5), di sela acara International CEO Talkshow Series: Current Economic Challenges, Their Impacts on the German Business in Indonesia and How Master the Crisis in Indonesia di Kampus ABFI Perbanas, Jakarta.

Novianta mengatakan, krisis ekonomi global saat ini memaksa para mahasiswa jurusan bisnis di International Class Program (ICP) tidak cukup hanya belajar dari buku dan teori dari dosen di kelas.


“Mereka harus banyak terjun ke lapangan dengan berkaca pada fenomena krisis yang terjadi sekarang dan menganalisisnya. Hal itu harus dibiasakan agar sense of crisis selalu muncul,” tutur Novianta.

 

Hal itu, ujar Novianta, tidak lain karena dalam dunia bisnis banyak hal yang sulit diprediksi. Untuk itulah, demi menambah wawasan mahasiswanya, seminar tersebut mendatangkan Roland Staehler (Direktur Penjualan dan Pemasaran Mercedez-Benz) dan Volker Miss (Kepala Staf Eksekutif Allianz) sebagai pembicara. Kedua pembicara membedah konsep penanganan krisis global oleh dua raksasa bisnis Jerman tersebut sebagai referensi wawasan baru bagi mahasiswanya.

 

“Juga buat dosen-dosennya karena kita ingin menyiapkan mereka (mahasiswa) sebagai pebisnis yang selalu sensitif dan siap menghadapi segala kejadian yang tidak diprediksi,” ujar Novianta. “Banyak strategi menghadapi krisis yang dikemukakan secara gamblang dan mahasiswa perlu tahu kenapa strategi itu yang mereka pilih untuk diterapkan di Indonesia,” lanjutnya.

 

Ke depan, dengan membiasakan diri melakukan obervasi ke lapangan, mengikuti banyak seminar penambah wawasan, dan kreatif menganalisis permasalahan, para mahasiswa ICP diharapkan benar-benar siap menghadapi datangnya arus globalisasi.

 

“Kita harus menjadikan mahasiswa sebagai generasi yang mampu memberi muatan pada globalisasi. Mereka harus ikut pada setiap proses perubahan yang terjadi, jangan hanya jadi penonton di pinggir lapangan,” ujar Novianta. 

LTF

 

Sumber: www.kompas.com

27 May 2009 09:53 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Tuesday, 16 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI