Oleh: Shanty/Pena.com
Auditorium RRI Jakarta hampir sesak, 15-16 Maret lalu. Jangan salah, penonton yang membanjir itu bukan menyaksikan pertunjukan band dengan penyanyi idola remaja era sekarang. Penonton yang sebagian berasal dari luar Jakarta ini tengah menyaksikan Konser Karawitan Muda Indonesia (KMI) III.
KMI III merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan KMI didukung Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Depdiknas, Komite Nasional Indonesia untuk Unesco, dan RRI. Konser musik tradisional yang boleh dibilang langka ini bertujuan menarik minat kalangan muda Indonesia menyukai kesenian daerah, khususnya musik tradisional. Harapannya, kelak lahir karya seni bernunsa tradisional Indonesia yang kuat.
Peserta KMI III di antaranya Angklung Salendro dari Sanggar Awi Sada, Banjaran, Bandung, Gong Kebyar (Sanggar Buruansari, Tabanan, Bali), Karawitan Jawa (SMA Santa Ursula, Jakarta), Tifa dan Kelabut (Papua), Banjar Muhidin dan Panting (Kalimantan Selatan).
Konser dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakri, para pejabat Depdiknas, para duta besar negara-negara sahabat, dan ratusan penonton lainnya. Konser musik tradisional itu rupanya mampu memesona penonton. Misalnya, saat permainan Gong Kebyar dari Bali unjuk aksi. Permainan sekitar 20-an anak usia SD, yang mengusung berbagai alat musik mendapat sambutan meriah.
Mira, ibu dari 3 anak, yang nampak di antara penonton, merasa sangat terhibur dengan suguhan musik tradisional. Wanita yang bekerja di perusahaan konsultan mengajak anak dan kerabatnya. “Saya bangga ada konser musik tradisional yang sudah langka ini. Padahal inilah hiburan yang sarat edukasi,” katanya.
Menurut Ketua Umum KMI Prof. Dr. Edi Sedyawati, pagelaran KMI kali ini menghadirkan inovasi baru. “KMI III ini diselenggarakan berjaringan antara pergelaran di Auditorium RRI Pusat Jakarta, Stasiun RRI Jayapura dan RRI Banjarmasin,” kata Prof Edi.
Konser di tiga tempat dalam waktu yang bersamaan ini dilakukan sebenarnya untuk mengatasi kendala jarak. Bila harus mengundang musisi dari Kalimantan dan Papua pentas di Jakarta, biayanya tinggi. “Dana kami tidak cukup untuk mendatangkan mereka ke Jakarta,” ujarnya. Edi berharap konser KMI bisa rutin diselenggarakan tiap tahun.
27 March 2008 20:32 WIB
Saturday, 22 November 2008
POLLING PEMBACA |
October 27th, 2008 at 12:34 pm
Acara seperti itu harus slalu di adakan, dan di sebar luaskan, sebab kami di SMKN 20 Jakarta dua tahun ini sudah mempunyai eskul karawitan, untuk itu kami minta di undang juga makasih