Cegah agar HIV/AIDS Tak Tulari Anak Balita

Oleh: Elok Dyah Messwati dan Evy Rachmawati

Pada awal tahun 2009, dua anak berusia di bawah lima tahun yang terinfeksi virus HIV di Provinsi Banten meninggal dunia. Jumlah kasus HIV di wilayah itu juga melonjak tajam. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya pelaksanaan sistem kesehatan untuk menangani penyebaran virus itu.

Pada kasus terakhir, seorang anak perempuan berusia balita yang terjangkit HIV meninggal dunia setelah dirawat dua pekan di Rumah Sakit Umum Daerah Serang. Dia meninggal karena komplikasi penyakit.

Ini kematian ketiga warga Banten akibat HIV/AIDS dalam tiga bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, pada 2 Februari perempuan dewasa pengidap HIV asal Merak, Cilegon, meninggal, disusul anak perempuan usia balita meninggal pada 18 Februari silam.

”Setiap tahun jumlah pengidap HIV/AIDS di Banten meningkat,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Banten Dadang. Di Banten, HIV/AIDS dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena peningkatan kasus dua kali daripada tahun 2008.

Akhir 2008, jumlah kumulatif pengidap HIV/AIDS di Banten 1.271 orang. Pada dua bulan pertama tahun 2009, jumlah meningkat pesat sehingga mencapai 1.413 orang.