TEKNOLOGI

Karya Makin Mendekati Pemecahan Masalah

  • Lomba Karya Ilmiah Remaja

Jumat, 15 Agustus 2008 | 03:00 WIB

 

KARYA para peserta Lomba Penelitian Ilmiah Remaja atau LPIR Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008 semakin kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Para peserta juga lebih maju ke penerapan. Hasil LPIR itu diumumkan pada Kamis (14/8).

 

Dari sekitar 1.051 peserta LPIR tingkat SMP/ madrasah tsanawiyah, banyak yang meneliti dan menemukan teknologi untuk mengatasi masalah krisis energi.

Pemenang pertama LPIR untuk Bidang Teknologi misalnya, Rozanah Cahya Kurniawati dari SMPN 1 Babat, Lamongan, Jawa Timur, menyajikan penelitian berjudul Upaya Menghemat Minyak Tanah dengan Memodifikasi Sarangan Kompor.

Dalam karyanya, Rozanah membuktikan bahwa dengan merapatkan jarak lubang pada sarangan kompor, jumlah minyak tanah yang digunakan lebih hemat. Rozanah terinspirasi setelah melihat warga di sekitar desanya takut menggunakan gas karena kasus-kasus ledakan, sementara mereka kian terjepit dengan kian mahalnya harga minyak tanah.

Dengan sarangan kompor modifikasi, pengeluaran untuk minyak tanah rata-rata sebulan turun dari Rp 105.000 menjadi Rp 63.000 per bulan. Dia melakukan uji coba 9 kali sampai menemukan jarak antarlubang dan tinggi sarangan terefisien.

Pemenang pertama Bidang IPA Gregorius Gora Irianto dan Muhammad Lutfi Hernandi dari SMP Buin Batu Sumbawa juga meneliti soal bahan bakar, yakni Teknik Optimalisasi Produksi Bioetanol Berbahan Baku Nira Aren. Mereka mengukur kadar etanol dalam nira aren yang banyak terdapat di daerah mereka.

Juara satu Bidang IPS diraih Danang Tri Prasetyo dan Sandhi Adhi Baskara dari MTsN 2 Kediri Jawa Timur dengan judul penelitian Pengaruh Penggunaan Peribahasa Jawa terhadap Ruang Gerak Perempuan di Desa Gondang, Kediri, Jawa Timur. Di jenjang SMA, pemenang pertama diraih Viva Virginia Suhartawan yang seorang siswa SMPN 2 Jayapura.

Pemenang favorit kedua tingkat SMA/MA Imelda Horirotul Bariroh adalah siswa SMPN 2 Panji Situbondo.

Masih rancu

Sejak tiga tahun lalu, penyelenggaraan LPIR dibagi dalam tingkatan pendidikan, yaitu SMA/madrasah aliyah dan SMP/ madrasah tsanawiyah. Namun, hingga kini, LPIR tingkat SMA/ MA yang penjuriannya diketuai Mien Rifai masih mengacu kelompok usia siswa, 12-19 tahun, sehingga siswa SMP bisa mendaftar LPIR tingkat SMA/MA, ungkap Wahyudin Latunreng, Ketua Dewan Juri LPIR/MTs.

Para pemenang LPIR SMP/ MTs bidang IPA dan Teknologi akan dipersiapkan untuk mengikuti International Science Project Olympiad tahun depan di Turki, jelas Didik Suhardi, Direktur Pembinaan SMP Depdiknas. Keikutsertaan pada ISPO itu adalah pertamakalinya bagi Indonesia. (INE/YUN)

Sumber: Harian Umum Kompas

15 August 2008 06:26 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Saturday, 22 November 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI