Kata Kunci: elizabeth wagele, enneagram, karakter anak
Oleh: Dipo Handoko
Karakter dan kepribadian individu anak dilukiskan dalam 9 gaya. Mudah memahami perlaku, masalah, dan solusinya. Juga ragam perilaku orangtua.
PERPADUAN penulis dan kartunis, hasilnya buku bagus sekaligus unik. Simak dulu sepatah kata Elizabeth Wagele penulis buku ini. Berbeda dengan lazimnya sekapur sirih buku-buku yang berpanjang-panjang kalimat. Elizabeth cukup dengan dua halaman berisikan gambar kartun dan ilustrasi yang diperjelas sejumlah kata. Sederhana, ringkas, namun efektif dalam mengupas gagasan utama Elizabeth.
Elizabeth mengenalkan teori enneagram. Enneagram adalah gambar dengan sembilan titik, yang dikenalkan ilmuwan Timur Tengah, beberapa abad lampau. Enneagram banyak dipakai sebagai peranti dalam psikoterapi, terapi keluarga, dunia bisnis, dan pertumbuhan spiritual. Enneagram versi Elizabeth adalah gambaran 9 tipe individu: perfeksionis, penolong, pengejar prestasi, romantis, pengamat, pencemas, petualang, pejuang, dan pendamai.
Tujuan penggunaan enneagram ini bukan untuk melabeli anak dengan kesembilan sosok itu. Melainkan untuk membantu orangtua, juga para guru agar mampu mampu memahami tipe dan karakter anak dari yang mungkin saja perpaduan dari sejumlah tipe. Guru dan orangtua diharapkan mampu menyadari bahwa anak-anak bisa jadi jauh melampaui banyak kategori yang acapkali disematkan kepada sang anak.
Di setiap tipe individu, Elizabeth mengurainya berdasarkan sejumlah kebiasaan dan perilaku anak yang membantu menentukan karakter sang anak. Misalnya, untuk menentukan anak punya gaya perfeksionis, Elizabeth setidaknya memberi panduan berupa 8 pertanyaan. Di antaranya, apakah anak Anda suka mencuci tangan dan mandi tanpa rewel? Suka melakukan rutinitas tanpa diingatkan? Menganggap sekolah dan PR dengan serius sampai-sampai sering mencela teman-temannya yang meremehkannya?
Elizabeth juga mengupas, setidaknya, sepuluh masalah di setiap tipe individu. Umpamanya, masalah yang dihadapi anak gaya penolong. Anak gaya penolong pada umumnya ingin menjadi murid yang baik dan tak pernah terlambat tiba di sekolah. Namun, mereka bisa merasa dilematis luar biasa tatkala di perjalanan ke sekolah melihat seekor anak kucing mengeong-ngeong mencari induknya. Risiko terlambat masuk sekolah seringkali ditempuh demi si anak kucing. “Mudah-mudahan banyak guru bisa menerima niat baik anak tipe penolong ini,” Elizabeth menegaskan.
Persoalan yang dihadapi tipe pencemas mengenai kebiasaan belajar, misalnya. Bisa menjadi beban pikiran, sampai anak stres, lantaran mereka begitu mencemaskan setiap PR atau tugas-tugas sekolah. Sayangnya, kecenderungan anak tipe pencemas sekadar menyelesaikan tugas, bukan memahami, merencanakan, meneliti, dan membuat kerangka kasar berbagai tugas sekolah.
Di bagian akhir, Elizabeth juga memerikan sembilan tipe orangtua, juga melalui model enneagram. Simak uraian orangtua tipe romantis yang banyak emmberi wawasan, kreativitas, kehangatan, dan minat anak-anak mereka. Namun mereka ini seringkali terlalu terbebani secara emosional jika anak mereka tidak sejalan dengan dunia perasaan anak.
Sejumlah kata bijak dan sarat filosofi pengasuhan anak Elizabeth rangkum dalam bab khusus, diakhiri bab mengenai dua puluh masalah utama anak-anak. Ilustrasi kartun Elizabeth untuk menggambarkan beragam perilaku menjadikan buku ini sungguh memikat sehingga asyik membacanya. Gaya penyajian model ini sangat pas buat mereka yang lebih suka membaca cepat. Halaman demi halaman bisa dipahami dalam waktu yang relatif singkat.
Tak ada salahnya para guru dan orangtua menyimak teori enneagram Elizabeth ini. Bukan lagi zamannya guru dan orangtua minta dimengerti sang anak dan siswa. Karena anak ingin dimengerti…
DIPO HANDOKO
9 Karakter Anak
19 April 2008 20:03 WIB
Wednesday, 20 August 2008
POLLING PEMBACA |