Jumat, 1 Agustus 2008 | 01:04 WIB
MULAI Jumat (1/8) ini, panitia penyelenggara JakArt@2008 Festival akan menyuguhkan kesenian dan budaya spesial. Di halaman depan Planetarium di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, mulai pukul 19.00 WIB, kesenian dari Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua akan tampil. Lalu, mulai pukul 21.15 WIB di halaman Teater Kecil, tampil Musik Kelelawar. Juga ada pemutaran film 24 jam di Rumah Darmint, Tebet Utara.
”JakArt@2008 Festival selama sebulan penuh, hingga 31 Agustus mendatang, menampilkan puluhan pertunjukan seni budaya di berbagai tempat pertunjukan di Jakarta dan di lokasi yang tidak biasa digunakan, seperti sekolah dan universitas, pusat-pusat jajan, kafe, dan banyak tempat lainnya yang menyebar dan melibatkan masyarakat sebanyak mungkin,” kata Pembina JakArt@2008 Festival, Ary Sutedja, Kamis (31/7) di Jakarta.
Selama sebulan penuh, masyarakat bisa menyaksikan berbagai pertunjukan, pameran, pertunjukan perdana, kolaborasi antardisiplin, baik yang imajiner nyata, nyata, maupun nyata imajiner, dan mencakup Rapat Umum Tahunan Asosiasi Festival Seni Pertunjukan Se-Asia.
Pada JakArt@2008 Festival juga ada pertunjukan yang mungkin unik dan menarik dicermati, seperti Pertunjukan Perdana Shoestring Orchestra, sebuah orkestra yang hanya terdiri dari sepatu dan tali sepatu, seorang dirigen, seorang pemain biola, serta seorang pemain selo.
Sedikitnya 50 genres ekspresi artistik, tradisional, dan kontemporer akan dipertunjukan, dengan melibatkan lebih dari 500 seniman
Ary Sutedja menjelaskan, program JakArt@ terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu imaginary festival (festival imajiner); festival konseptual di mana berbagai pertunjukan yang imajiner berlangsung.
Kategori kedua, program ciri khas JakArt@ di mana peristiwa yang nyata akan berlangsung di seluruh
Sumber: Harian Umum Kompas
1 August 2008 08:27 WIB
Friday, 12 March 2010
POLLING PEMBACA |