Rabu, 13 Agustus 2008 | 00:57 WIB
”Selama beberapa milenia (ribuan tahun), para astronom telah bekerja bersama melintasi batas apa pun, termasuk geografi, jender, usia, kultur, dan ras, sejalan dengan prinsip Piagam PBB. Dalam hal itulah, astronomi merupakan contoh klasik bagaimana sains bisa berkontribusi dalam memperluas kerja sama internasional.” (Pengantar PBB Menyambut Tahun Astronomi Internasional 2009)
Salah satu Olimpiade Sains Internasional adalah Olimpiade Astronomi Internasional (IAO). Inilah olimpiade tahunan bidang astronomi untuk murid SMA, yang pesertanya dipilih melalui olimpiade nasional. Dalam kompetisi ini, peserta menjalani tiga ujian, yakni bidang pengamatan, teori, dan praktik. Untuk bidang observasi, peserta antara lain diuji pengetahuannya untuk mengenali bintang, konstelasi bintang (seperti Salib Selatan dan rasi Aquarius), menaksir kecerlangan (magnitudo) bintang, serta jarak sudutnya. Sementara pada babak praktik, peserta akan diberi pertanyaan atas data yang diperoleh dari observasi/pengamatan. Adapun untuk teori, peserta akan diberi pertanyaan sekitar situasi hipotetik.
Menarik juga untuk dicatat bahwa sebagian besar peserta IAO datang dari Eropa Timur dan
Dalam perkembangan berikut muncul ide untuk mengadakan olimpiade astronomi yang dilengkapi dengan astrofisika. Menarik juga bahwa olimpiade ini, yang lalu mempunyai nama resmi International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), diluncurkan untuk memperingati hari ulang tahun ke-80 Raja Bhumibol Adulyadej dan hari ulang tahun ke-84 kakak perempuannya, Putri Galyani Vadhana. Putri Galyani sendiri tutup usia pada 2 Januari 2008. Namun, IOAA tetap dilanjutkan. Setelah yang pertama diadakan di Thailand, yang kedua akan berlangsung di Bandung, Indonesia, 19-28 Agustus 2008, dan yang ketiga, tahun depan, di Iran (situs IOAA).
Sebagaimana IAO, IOAA juga dimaksudkan untuk memupuk minat dan pendidikan di bidang astronomi dan astrofisika di kalangan siswa SMA. Dengan mengikuti olimpiade ini, mereka akan punya kesempatan untuk bertemu dengan sesama rekan murid SMA negara lain yang punya minat sama. Hal ini akan meningkatkan saling pengertian di antara negara peserta dan berikutnya juga kerja sama dalam riset.
Dalam IOAA I pada Desember 2007 di
Astronomi dalam perspektif
IOAA II yang dijadwalkan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada 20 Agustus 2008 akan diikuti oleh 100 peserta (ditambah 58 pembimbing) dari 24 negara dari berbagai kawasan.
Ditempatkan dalam upaya yang lebih berorientasi pada proses, olimpiade dan kontes ilmiah lain tak jarang dilihat sebagai aktivitas yang tidak sepenuhnya pas karena lebih bersifat sesaat dan cenderung berorientasi pada hadiah/peringkat.
Pada sisi lain, astronom dan profesi ilmuwan lain juga tak hidup dalam vakum. Ia juga bagian dari masyarakatnya.
Penyelenggaraan IOAA II di Bandung jelas akan memberi kesempatan bagi
Dibandingkan dengan astronomi di negara maju, apa yang dimiliki
Namun, dari fasilitas riset sederhana ini telah lahir kontribusi bagi perkembangan ilmu astronomi, khususnya di bidang bintang ganda, struktur galaksi, evolusi bintang, dan kosmologi. Lahir pula astronom asal
Dari sisi peralatan mungkin saja dunia astronomi di Tanah Air mencatat sedikit pertumbuhan. Namun, mengamati agenda astronomi tahun ini seperti dikompilasi dalam pertemuan di Bosscha tanggal 12 April 2008 tampak bahwa minat astronomi meluas di tengah masyarakat. Sebagian dipicu oleh semakin banyak informasi yang bisa diperoleh melalui publikasi dan akses internet, sebagian karena kini semakin banyak penjual teleskop dengan harga yang cukup terjangkau, dan sebagian juga karena sosialisasi, seperti program kunjungan umum ke Observatorium Bosscha. Kini ada banyak SMA yang punya klub astronomi.
Tahun astronomi
Berbagai kegiatan astronomi tidak saja di
Tahun istimewa ini dicanangkan untuk memperingati penggunaan teleskop pertama untuk astronomi oleh ilmuwan Italia, Galileo Galilei, pada tahun 1609. Peristiwa bersejarah itu menandai dimulainya penemuan astronomi yang luar biasa dalam kurun 400 tahun terakhir dan memicu revolusi ilmu pengetahuan yang memengaruhi pandangan kita tentang jagat secara mendalam.
Dunia astronomi
Sumber: Harian Umum Kompas
13 August 2008 10:09 WIB
Monday, 15 March 2010
POLLING PEMBACA |