PENA AKTUAL

Guru Ragukan Sertifikasi


  • Pembayaran Tunjangan Profesi Terhenti

Senin, 14 Juli 2008 | 00:39 WIB

 

PARA guru mulai meragukan kesungguhan pemerintah untuk membayar tunjangan profesi kepada hampir 200.000 guru kuota 2006 dan 2007. Alasannya, tunjangan profesi guru sebesar satu kali gaji pokok yang sempat dibayarkan kepada guru banyak yang macet dan guru lainnya belum dibayar.

 

Sejumlah guru yang dijumpai pada hari Sabtu-Minggu (12-13/7) mengatakan, pembayaran tunjangan profesi guru sangat tidak jelas. Ketidakjelasan tersebut juga dialami guru-guru yang sudah mempunyai sertifikat pendidik.

 

Sejumlah guru yang lolos kuota 2006 mengatakan bahwa sempat menerima tunjangan profesi selama beberapa bulan, tetapi mulai Januari 2008 ini kiriman tunjangan lewat transfer bank dihentikan.

 

”Saya yang lulus portofolio Desember 2007, sampai Juli ini juga tidak mendapat tunjangan profesi seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen,” kata Agus, guru SD yang juga Sekretaris Jenderal Koalisi Pendidikan Banten, dalam pertemuan para guru dari Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat di Jakarta, Jumat (11/7).

 

”Pembayaran tunjangan profesi tidak jelas acuannya. Padahal guru sudah berjuang keras untuk bisa memenuhi semua kelengkapan portofolio,” ujar Agus menambahkan.

 

Tidak matang

 

Rektor Universitas Negeri Jakarta Bedjo Sudjanto mengatakan bahwa pelaksanaan sertifikasi yang tidak disiapkan dengan matang ini justru merugikan guru. Bahkan, guru dieksploitasi dalam hal pontang-panting menyiapkan dokumen portofolio.

 

”Banyak seminar yang didagangkan dengan memanfaatkan para guru yang butuh sertifikat untuk portofolio,” kata Bedjo.

 

Menurut Bedjo, untuk mempercepat proses penilaian portofolio, dinas pendidikan kabupaten/kota sejak awal harus sudah memeriksa betul berkas-berkas guru di daerahnya. Upaya ini harus dilakukan karena banyak guru yang masih melakukan kekeliruan dalam pengisian data.

 

Untuk melancarkan sertifikasi guru kuota 2008, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan diminta untuk segera memberikan database guru kepada lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK).

”Tadinya direncanakan Juni, tapi sampai sekarang belum diberikan ke LPTK,” kata Bedjo. (ELN)

 

Sumber: Harian Umum Kompas

 

14 July 2008 07:28 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Saturday, 22 November 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI