TEKNOLOGI

Energi Alternatif Pengering

Jakarta, Rabu, 23 Juli 2008 | 02:04 WIB

PERPADUAN energi angin, sinar matahari, dan biomassa dimanfaatkan Pusat Penelitian Universitas Darma Persada untuk memproduksi lima jenis alat pengering komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan.

 

Hasil kegiatan riset ilmiah itu melengkapi pilihan teknologi bagi masyarakat untuk menciptakan desa mandiri energi dan ekonomi, serta mempertahankan lingkungan yang berkelanjutan.

Demikian dikatakan Rektor Universitas Darma Persada Kamaruddin Abdullah dalam lokakarya ”Pemanfaatan Energi Terbarukan dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Desa Mandiri E3 (Energy, Economy, and Environment)”, Selasa (22/7) di Jakarta.

”Pemanfaatan potensi-potensi lokal ini masih menghadapi kendala karena akses terhadap teknologinya masih terbatas. Semestinya ada data inventarisasi teknologi itu yang mudah diakses masyarakat,” kata Kamarud- din. Kemarin ditunjukkan lima tipe alat pengering, yaitu Tipe Bak, Tipe Venturi, Tipe Lorong, Tipe Resirkulasi, dan Tipe Bunker.

Tipe Bak untuk biji kopi, jagung, atau padi kapasitas 500 kilogram basah, butuh 1-4 hari dengan suhu 40-50 derajat Celsius. Ini sudah dipakai di Lampung. Tipe Venturi dipakai di Boyolali, Jawa Tengah, untuk komoditas perikanan sampai 90 kilogram dan waktu pengeringan 40 jam. Tipe Lorong untuk pengering ikan dan hasil laut lainnya digunakan di Nusa Penida, Bali. Tipe Resirkulasi untuk pengeringan biji jagung, dan padi dalam 10 jam. Tipe Bunker untuk pengeringan gabah sampai 30 ton dalam 10 jam. Alat-alat tersebut sudah dipatenkan, tetapi belum diproduksi massal. (NAW)

Sumber: Harian Umum Kompas

23 July 2008 04:34 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Wednesday, 20 August 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI