PERPADUAN energi angin, sinar matahari, dan biomassa dimanfaatkan Pusat Penelitian Universitas Darma Persada untuk memproduksi
Hasil kegiatan riset ilmiah itu melengkapi pilihan teknologi bagi masyarakat untuk menciptakan desa mandiri energi dan ekonomi, serta mempertahankan lingkungan yang berkelanjutan.
Demikian dikatakan Rektor Universitas Darma Persada Kamaruddin Abdullah dalam lokakarya ”Pemanfaatan Energi Terbarukan dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Desa Mandiri E3 (Energy, Economy, and Environment)”, Selasa (22/7) di Jakarta.
Tipe Bak untuk biji kopi, jagung, atau padi kapasitas 500 kilogram basah, butuh 1-4 hari dengan suhu 40-50 derajat Celsius. Ini sudah dipakai di Lampung. Tipe Venturi dipakai di Boyolali, Jawa Tengah, untuk komoditas perikanan sampai 90 kilogram dan waktu pengeringan 40 jam. Tipe Lorong untuk pengering ikan dan hasil laut lainnya digunakan di Nusa Penida, Bali. Tipe Resirkulasi untuk pengeringan biji jagung, dan padi dalam 10 jam. Tipe Bunker untuk pengeringan gabah sampai 30 ton dalam 10 jam. Alat-alat tersebut sudah dipatenkan, tetapi belum diproduksi massal. (NAW)
Sumber: Harian Umum Kompas
23 July 2008 04:34 WIB
Wednesday, 20 August 2008
POLLING PEMBACA |