Kamis, 16 Juli 2009 | 04:06 WIB
Jakarta- Membangun soft skill mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan di kampus hingga berskala nasional dan internasional tidak kalah pentingnya dari pembelajaran di ruang-ruang kuliah. Oleh karena itu, perguruan tinggi mesti memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas mahasiswa.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal di Jakarta, Rabu (15/7), saat mahasiswa diberikan ruang kreativitas dan suasana akademik yang kondusif, mereka mampu melahirkan paten dari penelitian-penelitian. Itu terlihat dari hasil Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang rutin diadakan setiap tahun.
Pada penyelenggaraan Pimnas tahun lalu, empat paten dilahirkan mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia Makassar, Universitas Tadulako, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Diponegoro. ”Mahasiswa yang berprestasi ini harus dikawal dan diperhatikan perguruan tinggi,” kata Fasli.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti Depdiknas Suryo Hapsoro Tri Utomo mengatakan, dalam lima tahun ini, minat mahasiswa ikut Pimnas meningkat pesat. Pada tahun 2004 jumlah proposal yang diterima sebanyak 1.589. Pada Pimnas XXII di
Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, 21-25 Juli, ada sekitar 13.000 proposal yang masuk.
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya RB Ainurrasjid selaku Ketua Pelaksana Pimnas XXII menjelaskan, ada lima kategori lomba, yakni program kreativitas mahasiswa penelitian, teknologi, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, dan gagasan tertulis.
Selain Pimnas, kegiatan lain yang cukup bergengsi antara lain Kontes Robot Indonesia, Kontes Robot Cerdas Indonesia, dan Kontes Jembatan Indonesia.(ELN)
16 July 2009 10:30 WIB
Friday, 12 March 2010
POLLING PEMBACA |
December 20th, 2009 at 7:29 am
wah setuju, lantas gimana dengan karya-karya guru? kemana harus mengadu?