PENA AKTUAL

Distribusi Ijazah Kacau

Kata Kunci:

  • Siswa SD/SMP Belum Menerima

Rabu, 9 Juli 2008 | 01:13 WIB

Jakarta, Kompas - Distribusi ijazah sebagai tanda kelulusan siswa SD dan SMP di sejumlah daerah, hingga Selasa (8/7), mengalami kekacauan dan belum diterima para siswa. Meskipun tidak sampai mengganggu proses pendaftaran siswa ke sekolah baru, lambannya pemberian ijazah ini membuat siswa khawatir.

”Belum tahu kapan ijazah diberikan. Kata guru, nanti akan dihubungi,” kata seorang siswa sekolah dasar di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Siswa lainnya mengatakan, saat mendaftar ke SMP, terpaksa memakai surat keterangan lulus dari sekolah yang mencantumkan nilai ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN). ”Sampai daftar ulang di SMP yang diterima, saya belum pakai ijazah asli karena memang belum ada,” kata siswi sekolah dasar negeri di Jakarta Selatan.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah orangtua siswa sekolah dasar di Bekasi, Jawa Barat, dan Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. ”Alasan sekolah, blangko ijazah belum dikirim dari provinsi ke dinas kabupaten sehingga belum bisa diterima sekolah,” kata orangtua siswa sekolah dasar di Tangerang.

Bukan cuma siswa lulusan sekolah dasar, siswa lulusan SMP juga mengalami nasib serupa, belum menerima ijazah sebagai tanda kelulusan.

”Anak saya cuma diberi surat keterangan hasil ujian nasional yang sudah ada nilainya. Ini yang dipakai untuk mendaftar ke SMA. Pihak sekolah bilang ijazah keluar sekitar sebulan setelah kelulusan tanggal 21 Juni lalu,” kata Ny Zitta, warga Bekasi.

Kerepotan dialami sejumlah orangtua siswa yang anaknya akan pindah ke luar Pulau Jawa, mengikuti tugas orangtuanya. Mereka harus tetap berhubungan dengan sekolah asal anaknya untuk menanyakan ijazah, padahal mereka segera berangkat ke luar Pulau Jawa.

Baru diterima

Turman, Kepala SD Negeri Nanggung 01, Kabupaten Serang, Banten, mengatakan, blangko ijazah baru diterima pihak sekolah Sabtu pekan lalu. ”Diperlukan waktu untuk menulis secara hati-hati, karena tidak boleh salah, sehingga terlambat diterima siswa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Eko Endang Koswara mengatakan, untuk blangko ijazah ini dikirim dari pemerintah pusat. Sekitar seminggu setelah pengumuman kelulusan, blangko ijazah itu sudah dikirim ke kabupaten/kota hingga sekolah.

”Pembagian ijazah bisa jadi tidak serentak karena tergantung sekolah bisa cepat menyelesaikan penulisan atau tidak. Tapi, prinsipnya, meski ijazah belum diterima, tetap tidak mengganggu penerimaan siswa baru. Sekolah, kan, sudah mengeluarkan surat keterangan hasil UN,” tutur Eko.

Burhanuddin Tolla, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, mengatakan, idealnya, ijazah sudah bisa dite- rima siswa sebelum penerimaan siswa baru. Blangko ijazah SMP dan SMA/SMK sudah dikirim tidak lama setelah pengumum- an lulus. Adapun blangko ijazah SD disediakan pemerintah provinsi.

”Supaya bisa dikontrol dengan baik, pengiriman blangko ijazah itu disesuaikan dengan jumlah siswa lulus plus cadangan. Seharusnya, untuk blangko ijazah ini tidak ada masalah lagi karena sudah jauh-jauh hari dikirim ke provinsi,” kata Burhanuddin. (ELN)

Sumber: Harian Umum Kompas

9 July 2008 14:54 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Sunday, 14 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI