TEKNOLOGI

Disiapkan 8.000 Paket Riset

Kata Kunci: , ,

  • Biaya dari Anggaran Pendidikan


Sabtu, 13 September 2008 | 00:53 WIB

 

SEBANYAK 8.000 paket riset saat ini sedang disiapkan untuk beragam penelitian dari berbagai disiplin ilmu. Masing-masing paket riset itu biayanya Rp 100 juta sehingga total biaya untuk riset itu Rp 800 miliar yang direncanakan berasal dari anggaran pendidikan pada APBN 2009.

 

”Mahkamah Konstitusi pada 12 Agustus 2008 lalu sudah menetapkan alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan. Jangan sampai keputusan ini memunculkan potensi kecemburuan bagi kegiatan-kegiatan riset yang selama ini juga kurang mencapai target dalam jurnal internasional,” kata Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Jumat (12/9), di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang.

 

Kusmayanto menyampaikan hal tersebut pada acara dialog para peneliti pada Lembaga Penelitian Non Departemen (LPND) di bawah Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) dengan enam ilmuwan yang terpilih oleh Committee on Science and Technological (Comstech) pada Organization of The Islamic Conference (OIC). Acara tersebut dikemas sebagai ”Succes Story: Six Indonesian Leading Sector.”

 

Keenam ilmuwan itu adalah Dr Gunawan Indrayanto (Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya), Dr Muhilal (Pusat Penelitian Pangan dan Nutrisi, Departemen Kesehatan), Dr Koo Hendrik Kurniawan (Pusat Penelitian Maju Makmur Mandiri), Dr Terry Mart (Departemen Fisika, Universitas Indonesia), Dr Tjia May On (Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung), dan Dr Effendy (Departemen Kimia, Universitas Negeri Malang). Sebelum dialog, keenam ilmuwan beserta peserta dialog lainnya berkunjung ke Balai Pengkajian Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT), Pusat Penelitian Kimia dan Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang berada di kawasan Puspiptek tersebut.

 

”Prestasi saya sudah berhasil membuat 220 makalah ilmiah. Tetapi, untuk tingkat ilmuwan seumur saya di negara-negara lain bisa menghasilkan 300-500 makalah,” tutur Muhilal yang harus duduk di kursi rodanya karena sakit dan usia lanjut.

 

Prestasi para ilmuwan lainnya, Terry Mart pada bidang fisika nuklir, Koo Hendrik pada fisika terapan yang menggeluti masalah teknologi laser, dan Effendy di bidang kimia organik. Kusmayanto mengatakan, kontribusi para ilmuwan ini sangat bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan masing-masing.

 

Sekretaris KNRT Benyamin Lakitan mengatakan, kontribusi riset yang selama ini dirasakan publik masih kurang dapat dimengerti dari alasan para periset sendiri yang masih merasakan akibat keterbatasan anggaran. Adanya kebijakan 8.000 paket riset senilai Rp 800 miliar di samping anggaran riset yang selama ini ada di KNRT justru menjadi tantangan bagi periset untuk membuktikan kontribusinya. (NAW)

 

Sumber: Harian Umum Kompas

13 September 2008 18:12 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL SEBELUMNYA (ARSIP)

Tuesday, 16 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI