Banyak media untuk bercerita atau mendongeng. Festival Bercerita Asean 2008, yang dibuka Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Farida Hatta Swasono, Kamis (31/7), di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), menyajikan hal itu. Dari Singkawang, Kalimantan Barat, Chin Nen Sin (66)— pewaris (generasi ketiga) seni wayang gantung yang satu-satunya di Indonesia itu—walaupun tampil sekilas, tetapi mampu memukau pengunjung yang memadati ruang pameran BBJ.
Chin Nen Sin, misalnya, dengan piawai memainkan wayang gantung dengan atraksi barongsai, juga dalam bentuk wayang. Wayang ini cuma satu-satunya di Indonesia dan hampir punah karena tidak ada yang meneruskan seni tradisi ini.
Dalam buku Peta Wayang di Indonesia (1993) dan Direktori Seni Pertunjukan Tradisional (1998/1999), juga tak dijelaskan soal wayang ini.
Chin Nen Sin akan kembali mementaskan wayang gantung pada Jumat (1/8) dan Sabtu (2/8) ini di BBJ. Sampai 4 Agustus mendatang, akan digelar 37 pentas, 45 program anak, serta 12 kertas kerja akan dibahas.
Pada pembukaan, selain Chin Nen Sin juga tampil sejumlah pencerita atau pendongeng dari Thailand, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Mereka menampilkan cerita dongeng dengan caranya masing-masing.
Kongdeuane Nettavong dari Laos bercerita sembari memainkan khaen, alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Merdunya suara khaen membuat orang yang lumpuh bisa berjalan, orang sakit bisa sehat. Begitulah inti cerita dongeng yang dituturkan Nettavong, yang dikenal sebagai penulis, pendongeng, dan pendidik, yang kini menjabat Direktur Perpustakaan Nasional Laos.
Pertunjukan lain yang menarik dan memesona penonton adalah wayang rumput, yang dimainkan tiga dosen ISI Surakarta. ”Acara ini baru pertama kali diadakan di ASEAN untuk mempererat kerja sama ASEAN melalui kerja sama kebudayaan. Bacaan anak dan cerita rakyat perlu mendapat perhatian sehingga dapat mendunia dan dikenal secara lebih luas, baik di antara negara ASEAN maupun di dunia internasional,” kata Ketua Kelompok Pencinta Bacaan Anak, Murti Bunanta.
Menurut Meutia Farida Hatta Swasono, kegiatan mendongeng atau bercerita sangat baik untuk perkembangan intelektual anak ketimbang mereka bermain games. (YURNALDI)
Sumber: Harian Umum Kompas
1 August 2008 08:30 WIB
Tuesday, 16 March 2010
POLLING PEMBACA |