Kata Kunci: dana riset
Sabtu, 13 Desember 2008 | 01:43 WIB
Pemerintah mengalokasikan dana Rp 1,2 triliun pada tahun 2009 untuk menggiatkan riset di
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal, Jumat (12/12), mengatakan, alokasi dana penelitian yang besar ini dimanfaatkan untuk mendanai hibah kompetitif penelitian sesuai agenda riset nasional. ”Peningkatan dana penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang berkualitas. Upaya ini juga untuk mendorong semakin banyak peneliti Indonesia yang memublikasikan hasil penelitian di jurnal-jurnal ilmiah internasional,” urainya.
Dalam merealisasikan program itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas dituntut bersinergi dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi serta lembaga penelitian departemen dan nondepartemen.
Ditjen Dikti akan mengelola alokasi dana riset di perguruan tinggi, dengan melihat kompetensi kelembagaan dan kemampuannya dalam mendukung sektor industri. Sebagai contoh Universitas Halu Uleo di Kendari dapat mengusulkan pengembangan budidaya kakao dan industri kakao yang menjadi potensi unggulan daerah. Adapun Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dapat mengembangkan riset rancang bangun kapal.
10.000 judul penelitian
Menurut Deputi Bidang Pengembangan Sistem Iptek Nasional KNRT Amin Subandrio, bagi peneliti di perguruan tinggi disediakan dana bagi 10.000 judul penelitian. Usulan penelitian diajukan tiap perguruan tinggi di Indonesia ke Ditjen Dikti.
Secara terpisah, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, dana bagi peneliti di lembaga penelitian departemen dan nondepartemen masih dalam tahap pengumpulan proposal riset. Usulan program dibatasi enam fokus iptek, yaitu pangan, energi, transportasi, teknologi informasi, teknologi pertahanan, dan kesehatan.
Ditambahkan Amin, pembagian bagi peneliti di lembaga riset Rp 400 miliar untuk 7.940 peneliti dan perekayasa di lembaga penelitian nondepartemen serta lembaga penelitian lainnya. ”Tiap lembaga boleh menyeleksi sendiri, kemudian mengusulkan ke Ditjen Dikti,” ujarnya. (YUN/ELN)
Sumber: Harian Umum Kompas
13 December 2008 19:23 WIB
Wednesday, 10 March 2010
POLLING PEMBACA |