Jumat, 3 Juli 2009 | 03:46 WIB
Jakarta, Kompas - Pada tahun ajaran ini Universitas Indonesia menerima 170 mahasiswa baru melalui program Kerja Sama Daerah dan Industri. Program tersebut bertujuan sebagai pemerataan kesempatan belajar di universitas itu bagi seluruh calon mahasiswa dari luar Jawa.
Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri menandatangani perjanjian kerja sama dengan perwakilan sejumlah daerah, yakni Kabupaten Sumba Daya Barat, Mimika, dan Kota Palangkaraya, Kamis (2/7). Gumilar mengatakan, persaingan masuk ke UI sangat tinggi. Padahal kualitas sekolah menengah atas di berbagai penjuru Indonesia tidak merata.
Kamis, 2 Juli 2009
Depok- Pendidikan di Indonesia belum melihat siswa sebagai individu yang unik sehingga perlu pembelajaran yang tidak seragam. Kegagalan pendidikan untuk memahami kebutuhan dan potensi unik setiap siswa itu mengakibatkan kualitas pendidikan yang tidak sesuai harapan. Akibat lebih jauh, daya saing dan kualitas sumber daya manusia Indonesia rendah di dunia internasional.
Oleh karena itu, reformasi pendidikan di Indonesia perlu juga meneropong hal-hal yang substansial, yakni peserta didik sebagai subyek. Karakteristik pembelajar yang sangat beragam dari sisi potensi, minat, bakat, motivasi, gaya belajar, budaya, dan ekonomi harus digali lebih mendalam.
Kamis, 25 Juni 2009 | 03:50 WIB
Tangerang - Layanan pendidikan tinggi Universitas Terbuka mempunyai banyak keunggulan. Selain waktu belajar sangat fleksibel dan disertai tutorial, biayanya pun murah serta tidak mengenal drop out. Selain itu, UT akreditasinya diakui di tingkat internasional dan mahasiswanya tidak mengenal batas usia serta tidak mengenal lokasi atau bisa diikuti mahasiswa yang tinggal di daerah terpencil sekalipun dengan sistem belajar jarak jauh.
”Saat ini mahasiswa Universitas Terbuka mewakili semua kecamatan yang ada di Indonesia. Ini menunjukkan layanan UT itu bisa menjangkau daerah yang tak terjangkau perguruan tinggi lain,” kata Rektor Universitas Terbuka (UT) Tian Belawati dalam acara Lepas Sambut Rektor UT di Tangerang, Rabu (24/6). Tian menggantikan Rektor UT sebelumnya, M Atwi Suparman.
Rabu, 24 Juni 2009
Jakarta - Pengembangan sekolah menengah kejuruan hingga saat ini masih terkendala jumlah guru yang belum memadai. Penyediaan guru yang bermutu bukan perkara mudah karena guru SMK sebagian harus memiliki keahlian khusus. Kerja sama dengan industri jadi salah satu solusi.
Kerja sama dengan industri kini semakin dibutuhkan karena keterampilan guru dan murid mendesak untuk ditingkatkan seiring dengan berubahnya pasar kerja. Keterampilam murid tidak bisa ditingkatkan jika jumlah guru masih kurang, seperti yang dihadapi sejumlah SMK.
Kata Kunci: industri, olahraga, siswa
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo berharap, sebagaimana bidang seni, agar olah raga akan tumbuh menjadi suatu industri, sehingga dapat menyediakan lapangan pekerjaan. Tidak hanya untuk para olahragawan, kata Mendiknas, tetapi juga bagi mereka yang profesinya melayani berbagai macam pertandingan olah raga.
“Menjadikan olah raga sebagai satu industri adalah bagian dari upaya kita untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, yang berasumsi bahwa kreativitas di berbagai bidang termasuk olah raga dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya saat membuka Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional 2009 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/09).
Kamis, 11 Juni 2009
Manado–Upaya untuk mewujudkan generasi mendatang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat terus digalakkan. Kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu indikator kunci sekolah sehat. Usaha kesehatan sekolah mendorong terwujudnya budaya sehat di sekolah.
Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Sesjen Depdiknas) Dodi Nandika menyampaikan, sanitasi di sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus seperti masalah air bersih, pembuangan sampah, dan limbah. Dia mengingatkan, bahwa jajanan sekolah berpotensi tidak bergizi, mengandung bahan pewarna, dan bahan pengawet berbahaya.
Rabu, 3 Juni 2009 | 21:18 WIB
BANDUNG- Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun ini dinilai lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dimasukannya unsur tes prediktif, khususnya tes potensi akademik, dinilai bisa meningkatkan kualitas calon mahasiswa yang dihasilkan, serta secara t idak langsung mengurangi risiko drop out (DO) mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman mengatakan, model seleksi yang bersifat prediktif yang ada di SNMPTN saat ini adalah sebuah kemajuan. “Ujian seperti ini lebih menguji kecerdasan calon secara alamiah. Bukan sekedar kognitif,” ucapnya.
Kata Kunci: festival, FLS2N, seni
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo meminta agar menjaga keaslian identitas seni
“Pendidikan memegang peran penting dalam upaya mempertahankan keaslian dan keunikan ekspresi dan bentuk seni dari masing-masing suku yang ada di
Rabu, 27 Mei 2009 | 13:46 WIB
JAKARTA— Krisis perekonomian global saat ini merupakan sebuah bencana, tetapi di sisi lain hal tersebut justru pelajaran berharga, khususnya bagi para mahasiswa yang tengah menekuni bidang bisnis internasional, termasuk pada pendidiknya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Novianta Hutagalung, Manajer Umum di International Development Program-ABFI Institute Perbanas, Senin (25/5), di sela acara International CEO Talkshow Series: Current Economic Challenges, Their Impacts on the German Business in Indonesia and How Master the Crisis in Indonesia di Kampus ABFI Perbanas, Jakarta.
Novianta mengatakan, krisis ekonomi global saat ini memaksa para mahasiswa jurusan bisnis di International Class Program (ICP) tidak cukup hanya belajar dari buku dan teori dari dosen di kelas.
Rabu, 20 Mei 2009 | 05:41 WIB
Yogyakarta- Selamat dan luar biasa! Hanya kata itu yang tepat diucapkan untuk dr Riana Helmi. Dalam usianya yang belum genap 18 tahun, tepatnya 17 tahun 11 bulan, remaja kelahiran Banda Aceh itu diwisuda sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Wisuda dilakukan di gedung pertemuan UGM Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Selasa (19/5).
Riana, demikian gadis berperawakan kecil itu akrab disapa, menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun enam bulan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sangat memuaskan, yaitu 3,67. Karena prestasinya itu, Riana sempat menerima pujian dan diminta berdiri oleh Rektor UGM Soedjarwadi.
Saturday, 4 July 2009
POLLING PEMBACA |