PENA AKTUAL

Optimalkan Anggaran untuk Pendidikan Dasar

Kata Kunci:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...
  • Program Harus Tepat

Selasa, 19 Agustus 2008 | 01:06 WIB

PEMENUHAN anggaran pendidikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN harus diikuti dengan program yang tepat. Kenaikan anggaran pendidikan jangan disia-siakan, tetapi harus bermakna bagi pembangunan pendidikan di Tanah Air.

Demikian disampaikan pakar manajemen pendidikan Prof Dachnel Kamars, Senin (18/8). Menurutnya, perluasan akses dan pemerataan mutu pendidikan, terutama di level pendidikan dasar, perlu semakin diperhatikan pemerintah. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar mutu di level nasional dengan menggenjot target nilai minimum ujian, membangun sekolah unggulan atau mengandalkan prestasi sejumlah murid di ajang nasional dan internasional.

Kenaikan Anggaran Pendidikan 20 Persen untuk Revitalisasi Program-Program MIPA

Kata Kunci:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Jakarta, Senin 17 Agustus 2008

KENAIKAN anggaran pendidikan sebanyak 20 persen yang akan direalisasikan pemerintah pada 2009 akan digunakan diantaranya untuk merevitalisasi program-program Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di lingkup pendidikan tinggi (dikti). Hal ini dilatarbelakangi semakin berkurangnya para peminat yang mendaftar di bidang ilmu-ilmu dasar di perguruan tinggi.

“Saya lihat dari SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) ternyata pelamar untuk Fisika, hampir semua program studi Fisika, selalu di bawah kuota. Sekarang bagaimana kita menjadikan basic science atau MIPA ini sebagai pilar dan kembali bisa populer,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas Fasli Jalal, di sela-sela memberikan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi tingkat nasional 2008 di Depdiknas, Jakarta, Minggu (17/08/2008) malam.

Setengah Anggaran Pendidikan untuk Kesejahteraan Guru

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Senin, 18 Agustus 2008 | 01:02 WIB 

MENTERI Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menginstruksikan agar alokasi terbesar dana pendidikan sebesar 20 persen dari total belanja negara di APBN 2009 ditujukan untuk kesejahteraan guru. 

 

Dari total Rp 224 triliun lebih, setengahnya bakal dimanfaatkan untuk kesejahteraan guru yang berada di daerah. Selanjutnya, sebagian besar lagi akan digunakan untuk penuntasan program wajib belajar sembilan tahun di SD dan SMP, perbaikan kesejahteraan peneliti, dan peningkatan mutu sekolah menengah kejuruan (SMK). Apabila masih ada sisa anggaran, baru digunakan untuk program pendidikan lainnya.

Didik dan Akrabkan Sains Kepada Anak

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Jakarta, Sabtu (16 Agustus 2008)

SELAMA ini sains dianggap sebagai sesuatu yang menyeramkan dan terlalu jauh dari dunia anak-anak. Adapun mata pelajaran yang mendasari ilmu pengetahuan dan teknologi di sekolah dasar (SD) adalah IPA dan Matematika. Untuk itu, perlu diletakkan dasar yang kuat pada siswa jenjang SD agar memiliki kegemaran dan kreativitas dalam bidang Matematika dan IPA. Anak-anak perlu dididik dan diakrabkan dengan sains.

 

Untuk lebih mengakrabkan anak-anak kepada sain dapat dilakukan dengan pendekatan belajar sambil bermain. Aktivitas ini sering dikenal dengan kegiatan edutainment. Anak-anak dibimbing untuk membuat alat peraga yang sederhana maupun mengaplikasikan konsep Matematika dan IPA. “Ini merupakan awal yang baik bagi anak-anak untuk melakukan berbagai eksperimen dan lebih-lebih lagi kecintaan kepada IPA dan Matematika akan timbul dengan sendirinya,”  kata Kepala Subdit Program Direktorat Pembinaan TK/SD Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Husaini Wardi, pada Pembukaan Festival Sains Indonesia (FSI) 2008 di Mall Grand Indonesia, Sabtu (16/08/2008) .

Sertifikasi Dirasakan Tidak Adil

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Sabtu, 16 Agustus 2008 | 00:26 WIB

PELAKSANAAN sertifikasi guru yang berimbas pada pemberian tunjangan profesi guru sebesar satu kali gaji pokok masih dirasakan tidak adil. Program sertifikasi untuk peningkatan kualitas pendidik pun mulai tidak disambut para guru karena prosesnya yang sulit dan tidak lancarnya pembayaran tunjangan profesi.

”Sampai sekarang belum terdengar kabar guru di pulau ini akan mendapat jatah sertifikasi. Padahal, sudah ada beberapa guru yang memenuhi syarat. Seharusnya guru yang mengajar di daerah terpencil juga tetap diprioritaskan,” kata Syamsir, guru SD di Pulau Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Jumat (15/8).

Anggaran Pendidikan 20 Persen Harus Direalisasikan

Kata Kunci:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...
  • Jangan Hanya Menjadi Komoditas Politik

Sabtu, 16 Agustus 2008 | 00:28 WIB

 

ANGGARAN pendidikan jangan hanya menjadi komoditas politik. Selama ini, terkesan, anggaran pendidikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN menjadi retorika politik guna meningkatkan citra dan alat posisi tawar antarelite-elite politik ketimbang direalisasikan dengan tujuan membangun pendidikan bermutu.

 

”Sekalipun ada desakan tahun 2009 anggaran pendidikan harus 20 persen dari APBN, itu tidak akan memberikan makna apa- apa terhadap alokasi anggaran pendidikan jika sistemnya tidak berubah,” ujar Roy Salam dari Divisi Politik Anggaran Negara Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran dalam jumpa pers tentang anggaran pendidikan di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jumat (15/8).

Anggaran Pendidikan Dijanjikan Naik

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...
  • Diupayakan Jadi 20 Persen pada APBN 2009

Jumat, 15 Agustus 2008 | 00:14 WIB

 

PEMERINTAH bertekad mewujudkan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945, yaitu sebesar 20 persen dari total anggaran belanja negara di APBN 2009. Saat ini, anggaran pendidikan baru terwujud 15,6 persen sehingga dinyatakan Mahkamah Konstitusi melanggar UUD 1945.

 

Sikap pemerintah itu disampaikan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla saat ditanya pers, Kamis (14/8), di Istana Wapres, Jakarta. Wapres menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2008 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 bertentangan dengan UUD 1945 karena anggaran pendidikan tidak sampai 20 persen. Padahal UUD 1945 menegaskan, anggaran pendidikan harus 20 persen dalam APBN.

MK Putuskan, Anggaran Tahun 2009 Harus 20 Persen

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...
  • Anggaran Pendidikan Langgar UUD 1945

Kamis, 14 Agustus 2008 | 00:28 WIB

MAHKAMAH Konstitusi memutuskan, Rabu (13/8), Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2008 bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Anggaran pendidikan sebesar 15,6 persen tidak memenuhi amanat konstitusi sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN. Pemerintah diberi waktu hingga tahun 2009 untuk memenuhi ketentuan tersebut. Pengujian dimohonkan oleh Prof Mohammad Surya dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan 28 orang lain yang peduli pendidikan.

IOAA II, Olimpiade Sains Sarat Makna

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Rabu, 13 Agustus 2008 | 00:57 WIB

 

”Selama beberapa milenia (ribuan tahun), para astronom telah bekerja bersama melintasi batas apa pun, termasuk geografi, jender, usia, kultur, dan ras, sejalan dengan prinsip Piagam PBB. Dalam hal itulah, astronomi merupakan contoh klasik bagaimana sains bisa berkontribusi dalam memperluas kerja sama internasional.” (Pengantar PBB Menyambut Tahun Astronomi Internasional 2009)

 

Salah satu Olimpiade Sains Internasional adalah Olimpiade Astronomi Internasional (IAO). Inilah olimpiade tahunan bidang astronomi untuk murid SMA, yang pesertanya dipilih melalui olimpiade nasional. Dalam kompetisi ini, peserta menjalani tiga ujian, yakni bidang pengamatan, teori, dan praktik. Untuk bidang observasi, peserta antara lain diuji pengetahuannya untuk mengenali bintang, konstelasi bintang (seperti Salib Selatan dan rasi Aquarius), menaksir kecerlangan (magnitudo) bintang, serta jarak sudutnya. Sementara pada babak praktik, peserta akan diberi pertanyaan atas data yang diperoleh dari observasi/pengamatan. Adapun untuk teori, peserta akan diberi pertanyaan sekitar situasi hipotetik.

841.000 Siswa SD Putus Sekolah

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...
  • Faktor Ekonomi Menjadi Salah Satu Penyebab

Selasa, 12 Agustus 2008 | 01:10 WIB

 

Sekitar 841.000 siswa sekolah dasar serta 211.643 siswa SMP dan madrasah tsanawiyah putus sekolah karena berbagai faktor. Tingginya siswa yang putus sekolah mengancam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar yang ditargetkan selesai akhir tahun 2008.

 

Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Mudjito mengatakan, angka putus SD/MI (madrasah ibtidaiyah) sekitar 2,90 persen, sedangkan total murid SD/MI sekitar 28,1 juta. Mudjito mengungkapkan, penyebab siswa putus sekolah antara lain karena persoalan ekonomi, sosiokultural, dan letak geografis yang sulit.

Wednesday, 20 August 2008

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI