KESEHATAN

Cegah agar HIV/AIDS Tak Tulari Anak Balita

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Pada awal tahun 2009, dua anak berusia di bawah lima tahun yang terinfeksi virus HIV di Provinsi Banten meninggal dunia. Jumlah kasus HIV di wilayah itu juga melonjak tajam. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya pelaksanaan sistem kesehatan untuk menangani penyebaran virus itu.

 

Pada kasus terakhir, seorang anak perempuan berusia balita yang terjangkit HIV meninggal dunia setelah dirawat dua pekan di Rumah Sakit Umum Daerah Serang. Dia meninggal karena komplikasi penyakit.

Kehamilan Yang Tidak Diinginkan

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Oleh: Firrar Artmi Rahaju, dr, MKes, SpOG


Sepasang suami istri setengah baya tergopoh-gopoh datang ke ruang praktek saya, beberapa waktu lalu. Ia mengantarkan anak gadisnya. Usia sang gadi, sebut saja Dara, belum genap 17 tahun. Awalnya, si ibu minta anaknya diperiksa, katanya, sudah tiga bulan Dara tidak dikujungi haid.

 

Saya tanyakan pola haidnya. Kemudian saya melakukan pemeriksaan. Ternyata, Dara sudah mengandung janin berumur kurang lebih 14 pekan. Meledaklah tangis si ibu. Ia kemudian menceritakan kejadian sebenarnya dengan derai airmata di kedua pipinya. Kisahnya bisa ditebak, cerita klasik bahwa si gadis dihamili pacarnya, dan sang pacar tidak mau bertanggung jawab. Sang ibu memohon-mohon: “Tolong janin di rahim anak saya digugurkan.”

Stroke Penyebab Utama Kematian di Perkotaan

Kata Kunci: , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


  • Riset Kesehatan Dasar

Rabu, 3 Desember 2008 | 01:02 WIB

 

Stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di wilayah perkotaan. Jumlahnya mencapai 15,9 persen dari proporsi penyebab kematian di Indonesia. Adapun tuberkulosis menjadi penyebab kematian tertinggi di pedesaan dengan proporsi 12,3 persen, disusul stroke di peringkat dua dengan proporsi 11,5 persen.

 

”Itu data dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2007. Data akurat yang kami miliki ini adalah sesuatu yang mewah. Biaya risetnya Rp 120 miliar. Untuk bupati dan wali kota bisa mendapatkan Data Riset Kesehatan Dasar ini secara gratis sehingga bisa membuat program yang lebih menukik demi kesehatan masyarakat,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam Simposium Nasional IV Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan di Jakarta, Selasa (2/12).

Terapi Tumor Otak Atasi Efek Samping

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

  • Pasien Berobat pada Stadium Lanjut

Senin, 24 November 2008 | 01:31 WIB

 

Pemberian terapi konvensional, seperti kemoterapi dan terapi radiasi bagi penderita tumor primer otak stadium lanjut, dinilai kurang efektif dan menimbulkan berbagai efek samping. Untuk itu, pasien sebaiknya diberi terapi radiasi dikombinasi dengan terapi berfokus sasaran, termasuk nimotuzumab.

 

Tumor sel glia atau glioma adalah tumor primer otak yang merupakan 50-70 persen dari tumor susunan saraf pusat, sebagian besar kasus merupakan tumor yang agresif. Hingga kini, prognosis glioma kurang baik meski dengan pemberian berbagai jenis terapi konvensional, baik pembedahan maupun terapi radiasi. Di Amerika Serikat, angka kematian karena tumor otak primer ini adalah 13.000 dari 17.000 kasus baru setiap tahunnya.

Sudirman

Kata Kunci: , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Oleh: Sigit Widyatmoko, MKes, SpPD  *)

 

Tanggal 10 Juli 1949, rakyat Jogja berjejal di sepanjang jalan sekitar alun-alun utara. Ada yang ditunggu saat itu. Seorang jenderal besar hendak pulang setelah 7 bulan meninggalkan kampung halaman untuk memimpin pertempuran. Semuanya berebutan ingin menyambut kedatangan sang pahlawan.

 

Ternyata jenderal besar betul-betul pahlawan. Dengan paru-paru yang tinggal ¼ –paru satu sudah rusak, satunya lagi tinggak separuh– dia memilih bergerilya, daripada ditangkap Belanda. Semuanya terkejut dan terharu ketika melihat Jenderal Sudirman keluar dari tandunya. Tidak seperti gambaran sosok tentara yang gagah dan perkasa, justru wajahnya kuyu dan pucat, tampak lebih tua dibanding usia sebenarnya yang masih 34 tahun. Badan kurus. Amat wajar, karena penyakit tuberkulosis telah menggerogoti parunya. Selain itu istirahat yang kurang, makan yang tidak teratur karena sering di hutan, dan obat-obatan yang sangat terbatas membuat kondisinya tambah buruk.

Menghindarkan Bau Mulut

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Oleh: dr. Sigit Widyatmoko, Mkes, Sp PD

 

 

“Maaf, Dok … saya bisa konsul sebentar.” Seorang laki-laki muda dengan senyum-senyum malu beringsut mendekati saya. Waktu itu saya dalam perjalanan pulang dari Jogja. Setelah turun dari kereta api Prambanan Ekspress seperti biasa saya naik bus tiga perempatan kesukaan saya, Sumber Jaya, menuju kampung halaman tercinta. Ternyata tidak sengaja di belakang kursi  ada pemuda tetangga desa ini.

 

Usianya sekitar 25 tahun. Pekerjaannya guru swasta di SMA Muhammadiyah dekat rumah. Ceritanya, rencananya akhir tahun ini dia mau menikah. Calon istrinya, katanya lumayan cantik, agamanya bagus, berasal dari keluarga baik-baikme juga. Tapi ada satu hal yang sangat mengganjal pikirannya. “Bau mulutnya luar biasa, Dok. Kecing sekali ….! Apalagi kalau sedang puasa.”

Menanggulangi Anak Kurang Gizi

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Peta sosial yang terpampang di sebuah kantor desa didominasi rumah tangga miskin. Karena miskinnya, anak-anak mengalami gizi kurang bahkan gizi buruk. Kondisi seperti itu kami temukan di sejumlah desa di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rian Saku (5) bertubuh kurus kering. Anak bungsu pasangan Steven Saku dan Norma ini seharusnya berat badannya 14 kilogram, tetapi saat ini berat badan Rian baru 11 kg. Steven bekerja serabutan, kadang jadi petani jagung, kadang jadi tukang ojek, kadang memecah batu di sungai dekat mereka tinggal di Dusun Dalehi, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Hindari Serangan Jantung dengan Gosok Gigi

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


Senin, 15 September 2008 | 00:29 WIB

 

KURANGNYA kebersihan gigi bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Sebab, di dalam mulut terdapat lebih dari 700 bakteri. Jika tidak rajin memelihara kesehatan gigi dan mulut, kuman bisa masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan serangan jantung maupun stroke. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, penyakit jantung merupakan pembunuh utama di seluruh dunia.

200.000 Kematian Per Tahun akibat Merokok

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...
PENYAKIT kronis akibat merokok baru tampak setelah 25 tahun sejak seseorang pertama kali merokok. Studi menemukan, biaya rawat inap pengidap penyakit akibat tembakau mencapai Rp 2,9 triliun per tahun.

Peneliti senior Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sri Moertiningsih Adioetomo di Jakarta, Kamis (21/8), mengungkapkan hal itu pada seminar ”Manfaat Peningkatan Cukai Tembakau di Indonesia”. Pada saat yang sama diluncurkan buku Ekonomi Tembakau di Indonesia.

45 Persen Jajanan di Lingkungan Sekolah Picu Kanker

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

 

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkesimpulan 45% jajanan pangan olahan dan siap saji di lingkungan sekolah tercemar bahaya pangan mikrobiologis dan kimia.

Produk makanan itu umumnya terkontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan diare dan bahan kimia seperti formalin, borax dan zat pewarna tekstil yang bila dikonsumsi secara akumulatif dapat menimbulkan kanker.

Direktur Surveilance dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM Aziza Nuraini Prabowo di Jakarta, Selasa (19/8) memaparkan, kesimpulan tersebut diambil berdasarkan kegiatan pengawasan rutin yang dilakukan BPOM beserta ke-26 Balai Pengawas Obat dan Makanan di seluruh provinsi sepanjang tahun 2007.

Friday, 12 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI