PELAJARAN Sastra Melayu di sekolah dianggap kurang bergengsi dibanding mata pelajaran lain, seperti Matematika dan Sains. Ditambah lagi dengan guru terjebak pada pengajaran sastra yang menekankan aspek kognitif, semisal apakah tema, bentuk, nada, dan
Kata Kunci: GURU, Penulis, SMA 8 Yogyakarta
Oleh: MF Arief
Mengemas Bahasa Indonesia dalam beragam model pembelajaran. Dari perangko menjadi puisi dan cerpen. Sejumlah novel teenlit lahir.
PERANGKO, terutama bagi penggemar filateli, menjadi barang berharga. Namun, banyak orang kini semakin sedikit berurusan dengan perangko. Maklum, fungsi perangko sebagai alat penunjang komunikasi via
Kata Kunci: berdedikasi, GURU, pulau serasan
Oleh : MF. Arief/ Pena
HARI masih gulita kala Syamsiah terbangun dari tidurnya. Bergegas ia menunaikan sholat subuh. Lalu ia menyiapkan segala sesuatu untuk persiapan mengajar. Pagi itu, pukul empat pagi dia sudah berangkat ke tempat tugas bertemankan pompong (perahu motor kecil). Ia sempat ragu sebab laut tak seperti biasanya. Laut tengah tak bersahabat: angin menghadang kencang, gelombang tinggi menggulung-gulung.
Toh, meski begitu Syamsiah tetap berangkat ke tempat mengajarnya SD Negeri 08 Batuberian. SD Batuberian terletak di Pulau Batuberian Besar, pulau kecil yang jaraknya ditempuh sejam perjalanan dengan pompong dari rumah Syamsiah di Serasan, Pulau Serasan. Pulau Serasan sendiri letaknya sekira 100 kilometer arah barat laut dari Sambas, Kalimantan Barat.
Oleh : MF. Arief/Pena
Kata Kunci: berprestasi, daerah terpencil, GURU
Delviati, S.Pd
SAAT diberitahu mendapat penghargaan Satya Lencana Pendidikan dari Presiden, Delviati sedang sibuk dalam kegiatan penilaian guru berprestasi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Sebagai pendidik, kegiatan Delvi tidak semata mengajar di SD Negeri 07, Tangah Koto, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Belakangan ini ia terlibat sejumlah kegiatan-kegiatan pendidikan di kecamatan hingga kabupaten. Satu di antaranya, menjadi tim penilai guru berprestasi tingkat kabupaten.
oleh : MF. ARIEF /Pena
Mengalami masa kecil yang suram. Tekanan psikologis akibat orang tuanya memutuskan untuk bercerai akhirnya menggembleng sosok Sunarto menjadi manusia tahan banting hingga akhirnya mampu berprestasi di ajang pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat nasional.
Setelah melalui berbagai tahap seleksi mulai dari tingkat Kabupaten hingga pusat, Sunarto terpilih sebagai Kepala SMP Berprestasi Tingkat Nasional. Selepas menjalani beragam tes yang meliputi wawasan pendidikan, psikotes, presentasi dan penilaian berkas-berkas administrasi ia mampu mengungguli wakil dari provinsi lain dan tampil sebagai yang terbaik.
Dalam makalahnya Sunarto menyampaikan pengalamannya menerapkan inovasi moving class. Moving class atau kelas berjalan, yang diterapkannya di SMPN 2 Boyolali, maksudnya kelas berpindah dari mata pelajaran satu ke matapelajarn lainnya. “Ada penerapan langsung dari mata pelajaran yang ada ke lingkungan. Hampir semua lingkungan yang kita miliki kita manfaatkan sebagai sumber-sumber pembelajaran,” katanya.
Kata Kunci: himne guru, sartono, SMP Purna Karya Bhakti Madiun
Oleh: Mukti Ali/Pena
Mengikuti sayembara mencipta himne guru dari secarik koran di bis. Selama 24 tahun tetap setia menjadi guru honorer di SMP swasta. Penghargannya kebanyakan piagam saja.
Kata Kunci: berdedikasi, guru terpencil, pendidikan, prambanan
Ismail Tihuruhua, S.Ag
Ketabahan dan kegigihan menjadi kunci keberhasilan. Selama 24 tahun mengajar suku terasing di tempat terpencil.
TERIK mentari yang menerpa udara Yogyakarta, persisnya di kawasan Candi Prambanan, tak mengurangi rasa haru dan bahagia Ismail Tihuruhua. Keharuan membuncah di dada pria kelahiran Sepa, 19 Februari 1962 ini. Ismail tak menyangka mendapat anugerah penghargaan Satya Lancana Pendidikan dari Presiden sebagai Guru Berdedikasi.
Ismail haru saat mengenang jalan panjang dan berliku sebagai guru. Masih tergambar jelas masa-masa sulit kali pertama ia diangkat jadi guru PNS pada 1983. “Saat itu saya mendapat gaji duapuluh tujuh ribu rupiah tiap bulannya. Tempat pengambilan gajinya juga jauh,” katanya dengan mata nanar.
oleh : MF. Arief/Pena
Guru SD asal Wonosobo menciptakan mikroskop berlensa air. Termotivasi keterbatasan alat peraga di sekolahnya.
Kurangnya fasilitas dan sarana belajar yang lengkap bukan alasan untuk berpangku tangan meningkatkan mutu pendidikan. Di tengah kondisi itu, kreativitas para pengajar memegang peran sangat penting. Itulah yang ditunjukkan Mustiko, salah satu finalis Indonesian Science Festival (ISF) 2007.
Kata Kunci: , Barang Bekas, Heru Tjandra Awan
Guru Tjandra Heru Awan berhasil menciptakan berbagai alat peraga Fisika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan biaya murah. Banyak sekolah beralih dari alat buatan pabrik.
Wednesday, 20 August 2008
POLLING PEMBACA |