FIGUR

Kesetiaan Seorang Guru Matematika

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

 

  • Hironymus Ghodang, Guru Berprestasi 2008 Tingkat SMA

 

Oleh: Dipo Handoko/Pena

 

KAWAN-kawan sebayanya lebih senang bermain sehabis bubaran sekolah. Tidak halnya dengan Hironymus Ghodang. Bocah 13 tahun siswa kelas 1 SMP Budi Murni 1 Medan ini, sehabis pulang sekolah harus berkutat pada kayu dan pisau ukir. Bukan sedang bersenang-senang membuat prakarya atau menekuni hobi. Ia bekerja di panglong kayu. Ayahnya, Fidelis Ghodang, kebetulan mandor di sebuah panglong kayu di Medan.

 

Hyronimus Ghodang remaja sudah mampu mengukir stilasi dedaunan yang biasa menghiasi perabot rumah tangga seperti kursi, tempat tidur, dan lemari berbahan kayu.  “Para pengukir Jepara menguasai lebih dari 20-an pisau ukir, saya hanya bisa menggunakan 12 pisau ukir,” kata Ghodang, mengenang masa remajanya.

Jeruk Bali Berbuah Prestasi

Kata Kunci: ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


  • Dra.  Sri Sulastri, MM

Oleh: Imam Bukhori/Pena

 

Dua kebahagiaan diraih Dra. Sri Sulastri, MM (50 tahun) pertengahan Agustus  lalu. Ia menjadi Juara I Lomba Guru Berprestasi SMP Tingkat Nasional 2008. Sebulan kemudian, tepatnya 17 September, ia dilantik menjadi Kepala SMPN 236 Jakarta Timur, sebagai hadiah atas keberhasilannya mengangkat citra Jakarta Timur dalam lomba guru berprestasi itu.

Menjadi Teladan Bagi Semua

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

  • Sri Setya Prihatin, S.Pd

Oleh: MF Arief/Pena

 

”Menjadi guru itu ternyata indah dan luar biasa.” Itulah yang selalu merasuk di benak Sri Setya Prihatin, S.Pd. Pengabdian sebagai guru dengan dilandasi kecintaan pada profesi itu membuahkan hasil membanggakan. Tahun 2008 ini, Tin, sapaan Ibu guru cantik ini, berhasil meraih predikat guru berprestasi tingkat nasional.

 

Saat pengumuman bertepatan peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, air mata bahagia mengalir di pipinya. Tin terharu dan tak percaya atas pencapaiannya. Meski ia yang terbaik di Jawa Tengah, namun kedatangannya di Jakarta, di level nasional, tanpa beban dan target.

Kartu Kata Pembangkit Belajar

Kata Kunci:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


  • Esih Nurjanah, SPd

 Oleh: Imam Bukhori dan Annuranisa

 

“Prestasi lebih berisi daripada gengsi, karya lebih utama daripada gaya, dan doa adalah segala-galanya.” Motto hidup  Esih Nurjanah, SPd, ini begitu pas dengan perjalanan hidupnya.

 

Esih tetap bersahaja, meski kerap jawara. Tidak banyak basa-basi, kendati sering berprestasi. “Ya begitulah si Esih. Sejak masih kecil dulu sampai sekarang sudah berumah tangga tidak berubah. Ia memang pekerja keras dan tidak pernah gengsi dengan pekerjaan,” kata Rusminah, bibi Esih Nurjanah.

 

Esih Nurjanah lahir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 15 November 1974. Hari Jumat, persis bersamaan berkumandangnya azan shubuh. Darah Kerawang asli dibawa dari garis ibunya, Endeh Fatimah. Ayahnya, Muchtar Efendi berasal dari Cianjur. Nama Esih Nurjanah adalah pemberian orangtuanya kali ketiga. “Dulu sebelum diberi nama Esih, saya sering sakit-sakitan,” kata Esih.

Belajar Dari Dalam Ke Luar

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

  • Elke Oestheimer 


mukti-semarang-972.jpg

 

Oleh : MF. ARIEF

Ada yang beda dalam pelaksanaan Forum Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (PTK PNF), salah satu acara Jambore 1000 PTK-PNF, di Semarang, Agustus lalu. Salah satunya kehadiran Elke Oestheimer, pakar pendidikan anak usia dini asal Jerman. Elke terbang dari Sumatera Barat, tempat ia tengah mengabdi memajukan PAUD di tanah Minang.

 

Elke memang sudah dua tahun berada di Sumatera Barat, menyelengarakan pelatihan dan sosialisasi PAUD. Pada forum ilmiah, Elke banyak memaparkan pengalamannya selama puluhan tahun berkecimpung di bidang PADU. Di ”negeri kanselir” Jerman, Taman Kanak-kanak (kindergarten) yang diperuntukkan bagi anak usia 3-4 tahun, mayoritas dibiayai negara. Di usia ini, anak lebih banyak belajar bersosialisasi melalui permainan dan banyak kegiatan untuk memicu kreativitas.

Menanamkan Budi Pekerti Lewat Dongeng

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...


img_7124.jpg

 

 Audy O.A Wangko, STh, Juara 1 Tutor PAUD Sulawesi Utara

 

oleh : MF. ARIEF

Dengan boneka di tangan Audy Wangkow bisa menjadi siapa saja. Misalnya, ia berkisah tentang si Dogi, seekor anjing dan Ciko, seekor ayam, tokoh dari negeri dongeng fabel rekaannya. Kala menjelma jadi Dogi dan Ciko, wajahnya menirukan mimik para hewan ditingkahi suara dan kebiasaan lucu para tokoh dongeng dunia hewan.

 

”Bagaimana adik-adik seru tidak? Itu adik yang pakai kacamata pinter banget,” kata Audy berusaha menarik perhatian ”anak-anak” pendengarnya. Sejatinya, Audy bukan sedang mendongeng kepada anak-anak. Melainkan ia sedang pamer kemampuan pada acara Forum Ilmiah PTK-PNF 2008, di Hotel Horison Semarang, Jawa Tengah.

Drs. Asyikin: High and Uncompromised Commitment

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

asyikinoke.jpg

Oleh: Saiful Anam/Pena

Dipercaya membenahi SMA 47 Jakarta setelah sukses menjadikan SMA 70 Jakarta sebagai sekolah unggulan dan sekolah bertaraf internasional. Merubah mindset guru dengan memberi teladan.

Sosok Drs. H. Asyikin, 56 tahun, sudah tidak asing lagi di kalangan komunitas pendidikan DKI Jakarta. Bahkan para penggiat pendidikan dari provinsi-provinsi lain di Tanah Air juga sudah banyak yang mengenalnya. Namanya juga kondang di kalangan para pejabat Departemen Pendidikan Nasional.

Soedijarto, Keprihatinan Seorang Pendidik

Kata Kunci: , , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

soedijartosedeng.jpg

SEKELOMPOK pemuda nasionalis pada 30 Desember 1962 menghadap Presiden Soekarno. Juru bicara kelompok pemuda ini, dengan sangat jernih, runut, dan penuh semangat, mencoba meyakinkan Presiden Soekarno tentang perlunya pendidikan guru setara universitas. Alasan-alasan logis, termasuk visi pendidikan Indonesia ke depan, diuraikannya secara meyakinkan.

Lendo Novo: Penelisik Korupsi Pecinta Sekolah

Kata Kunci: , , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

laendonovo.jpg

Sejak kecil dicap nakal. Menggauli dunia pergerakan dan bisnis. Mencetak lulusan tangguh dan tahan banting. Integrasi iman, ilmu, alam dan kehidupan.

NAMANYA sohor sebagai penelisik korupsi di Badan Usaha Milik Negara. Ia memang pernah dipercaya sebagai staf ahli Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara. Persisnya sebagai staf ahli bidang pengolahan data, informasi dan investigasi di era Pak Menteri Sugiharto. Tentu saja itu tugas yang sangat berat, sekaligus penuh risiko. Ia sering mendapat ancaman.

Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd: Lekat Predikat Juara

Kata Kunci: , ,

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

tjok.jpg

Oleh: Saiful Anam/Pena

Satu di antara segelintir guru hebat dengan prestasi segudang. Penyandang Juara I Guru TK Teladan Nasional 1987 dan Juara I Lomba Kinerja Kepala TK Tingkat Nasional 2003. TK Pembina Denpasar yang dipimpinnya terpilih sebagai Juara I Lomba Gugus TK Negeri Pembina tahun 2004.

MESKI usianya 54 tahun, namun Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd, tetap enerjik. Ia bersemangat jika diajak berbincang tentang Taman Kanak-kanak (TK). Kepala TK Negeri Pembina Denpasar, Bali, itu memang dikenal sebagai tokoh pendidik TK. Bahkan sejak 2004 hingga sekarang, ia dipercaya menjadi instruktur nasional untuk pelatihan guru-guru TK.

Saturday, 13 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI