Apa Kabar = Anyong Aseo
Sampai Jumpa = Anyong
Kurang Ajar = Monyong
Tidak Lurus = Men Chong
Pria suka berdandan= Ben Chong
Tiba-tiba = She Khonyong
Mulut = Mon Chong
Sosis = Lap Chong
Suami dari adiknya papa = Ku Chong
Kiss me = Soon Dhong Yang
Sweet memory = Choo Pang Dhong
Mobil mogok = Dho Rong Dhong
Lapangan luas = Park King Lot
Kata Kunci: kamus jepang
Ini kisah Si Bandel, siswa yang dikenal malas, menjelang Ujian Nasional tempo hari. Untuk menentukan ia harus belajar atawa enggak ia melempar koin, dengan pilihan:
Kata Kunci: guru pengawas, Kepala sekolah
Kepala Sekolah di satu daerah tengah mengecek kesiapan guru-guru pengawas pada Ujian Nasional. Di satu kelas terdapat 23 murid dan 3 guru pengawas. Pagi-pagi Bapak Kepala Sekolah sudah sidak ke sebuah kelas
Kata Kunci: pengalaman, terbaik
Seorang guru kelas I SD sedang memberi pelajaran kata-kata mutiara. “Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik.”
Kata Kunci: bahu memilkul, tangan mencencang
Seorang murid kelas I SD malam itu bertanya pada Ibunya. “Bu, apakah seseorang bertanggung-jawab pada apa yang tidak dilakukannya?”
“Sudah jelas tidak Anakku. Kan ada peribahasa yang mengatakan: Tangan mencencang, bahu memikul, Nak.”
Suatu hari, Dani memandang gurunya dengan wajah penuh ketakutan. “Ada apa, Dani?” tanya gurunya. “Ibu harap bukan tentang PR mu lagi, ya…”
“Hmm… ta…ta…piii…Emang ini tentang PR Dani, Bu Guru,” kata Dani terbata. “Dani enggak sengaja pakai kertas yang ada PR nya untuk buat pesawat terbang Bu …”
“Itu bukan hal yang baik untuk dilakukan. Untuk kali ini Ibu kasih kesempatan. Ibu tidak akan menghukum kamu. Kamu boleh membuka lipatan kertas PR yang kamu buat pesawat terbang itu lalu kumpulkan.”
“Maaf Bu, enggak bisa,” kata Dani dengan wajah yang tambah sedih. “Kenapa?” Bu Guru balik bertanya.
“Justru itu Bu, pesawatnya sedang dibajak…”
Kata Kunci: maling, objek, subjek
Murid kelas 1 C sebuah SMP sedang belajar Bahasa Indonesia.
Amir adalah anak yang sangat penurut kepada orangtuanya. Ia duduk di kelas 3 SD. Setiap pergi dan pulang sekolah Amir selalu diantar-jemput ayahnya. Satu hari usai Amir diantar ke sekolah, ayahnya berpesan, “Mir…nanti jangan pergi ke mana-mana ya, bapak akan jemput lagi.”
“Ya, Pak,” jawab Amir. Sang ayah pun pergi, sementara Amir masuk kelas.
Di dalam kelas, Bu Guru menerangkan pelajaran tentang surga dan neraka. Bu guru bertanya, “Anak-anak siapa yang ingin pergi ke surga?”
Wednesday, 20 August 2008
POLLING PEMBACA |