”Kalau ada buku pelajaran yang murah, sangat membantu siswa. Untuk satu tahun, biaya buku paket pelajaran bisa Rp 500.000-Rp 600.000. Soalnya, ada juga buku-buku pelajaran yang harus ganti tiap semester,” kata seorang siswa kelas X SMAN 42 Jakarta, Rabu (6/5).
Rabu, 29 April 2009 | 03:30 WIB
Pemerintah akan membeli sekitar 340-500 hak cipta buku teks pelajaran untuk SD, SMP, SMA, dan SMK tahun 2009 ini. Pada tahap pertama, hak cipta buku yang dibeli sebanyak 191 judul buku.
Kepala Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sugijanto mengungkapkan, Selasa (28/4), buku-buku yang telah dibeli hak ciptanya itu selanjutnya akan ditambahkan ke Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) berbasis internet pada tahun 2009. Dengan demikian, diharapkan total buku teks yang dibeli hak ciptanya mencapai 1.000 judul sejak tahun 2007 hingga 2009.
Executive Director PT Mentari Books Indonesia Anna Rimba Phoa mengatakan, Rabu (15/4), penjualan buku-buku pelajaran impor setiap tahunnya naik 20 persen hingga 30 persen. Toko buku tersebut menspesialisasikan diri ke penjualan buku pelajaran dan bacaan anak impor. Umumnya, buku tersebut berbahasa Inggris dan Mandarin.
Kata Kunci: otonomi pendidikan, prooper lodge, suyanto
Oleh: Dipo Handoko/Pena
PROFESOR Proopert Lodge pernah mengatakan, life is education, and education is life. Nukilan kalimat itu mengawali buku karya Profesor Suyanto, yang juga Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.
Kata Kunci: contextual teaching learning, Elaine B Johnson
Oleh: Dipo Handoko/Pena
Pembelajaran dan pengajaran kontekstual dinilai tepat menyatukan konsep teoritis dan praktik. Memaksimalkan fungsi otak, klop dengan psikologi dasar manusia, dan pas dengan prinsip alam semesta. Mengenal murid lebih dalam menjadi salah satu kunci.
DI sebuah sekolah menengah di negara bagian Washington, Amerika Serikat, setiap guru bertindak sebagai seorang pembimbing bagi kira-kira 15 siswa. Kebijakan sekolah memang mewajibkan para guru pembimbing menyisihkan waktu 50 menit seminggu untuk bertemu dengan 15 siswa bimbingannya. Pertemuan itu membuat guru mengenal siswa bimbingannya dari soal ras, etnis, status ekonomi, kepribadian, bakat, minat hingga kemampuan.
Kata Kunci: , ibnu hasan, psikologi anak
Oleh: Dipo Handoko/Pena
Betapa banyak orangtua hanya bisa “memproduksi” anak tapi tak bisa mengelola kewajiban dan memenuhi hak-hak anak. Padahal, Rasulullah tidak pernah berbicara tidak jelas mengenai pendidikan anak.
BUKU saku ini mungkin hanya satu di antara ribuan buku tentang pendidikan dan psikologi anak. Bahkan pembahasan mengenai pendidikan dan psikologi anak banyak ditulis di buku, juga di berbagai media. Media cetak yang bergerak di lingkup pendidikan anak cukup banyak. Simak saja: majalah Ayahbunda, Anakku, Parenting, Parent’s Guide, hingga model tabloid seperti Nakita. Di layar kaca juga bertebaran pembahasan seputar anak.
Karya terjemahan ini menjadi berbeda lantaran ditulis oleh ahli pendidikan dan psikologi muslim. Bertepatan di bulan Ramadhan, sungguh pas kita meluangkan waktu membaca buku ini. Dari pembagian bab pembahasan saja, karya Ibnu Hasan Najafi dan Mohamed A Khalfan ini sudah mencerminkan apa isi buku kecil tapi berbobot.
Kata Kunci: elizabeth wagele, enneagram, karakter anak
Oleh: Dipo Handoko
Karakter dan kepribadian individu anak dilukiskan dalam 9 gaya. Mudah memahami perlaku, masalah, dan solusinya. Juga ragam perilaku orangtua.
PERPADUAN penulis dan kartunis, hasilnya buku bagus sekaligus unik. Simak dulu sepatah kata Elizabeth Wagele penulis buku ini. Berbeda dengan lazimnya sekapur sirih buku-buku yang berpanjang-panjang kalimat. Elizabeth cukup dengan dua halaman berisikan gambar kartun dan ilustrasi yang diperjelas sejumlah kata. Sederhana, ringkas, namun efektif dalam mengupas gagasan utama Elizabeth.
Penulis : Dr. Baedhowi, M.Si.
Penerbit : UPT Unnes Press Semarang, 2007
Tebal : viii+141 halaman
UU Nomor 22 Tahun 1999 Otonomi Daerah secara otomatis merubah semua tatanan kebijakan seantero negeri ini. Termasuk kebijakan tentang pendidikan. Semua kebijakan, kini tidak lagi 100% ditangani pemerintah pusat. Tapi diselaraskan dengan kearifan lokal. Memang, kebijakannya tetap dari pusat tapi setelah mempertimbangkan segala persoalan dari daerah. Sederhananya, pusat hanya memfasilitasi saja.
Menyelaraskan kebijakan dengan kearifan lokal tentu tidak mudah. Jika dulu mungkin agak lebih enteng karena bentuk kebijakan itu dari pusat dan daerah mana pun harus menerimanya. Untuk saat ini tentu tidak mudah, butuh tenaga yang ekstra dalam membahas persoalan-persoalan daerah yang akan dibuat kebijakan.
Judul : SERTIFIKASI PROFESI KEGURUAN di INDONESIA
Penulis : Drs.H. Martinis Yamin, M.Pd.
Penerbit : Gaung Persada Press, Jakarta, cetakan I Maret 2007
Tebal : ix + 282 halaman
Harga : Rp 40.000
Oleh: Eva Rohilah/Pena
Mengupas perlunya sertifikasi untuk menjaga kualitas pendidik dan guru. KTSP mesti diimbangi guru-guru yang punya skill dan kualitas baik. Cara menambah keterampilan guru dengan menerapkan konsep belajar tuntas.
“SERTIFIKASI pendidik” tampaknya menjadi kata paling populer di kalangan guru dan pendidik sepanjang tahun lalu hingga kini. Coba dengar obrolan guru dan pendidik di sekolah: sertifikasi menjadi sesuatu yang dinanti. Sayangnya, hingga setahun lebih sejak UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menghendaki sertifikasi bagi para pendidik diundangkan pada akhir 2005, proses sertifikasi belum juga bergulir.
oleh : Eva Rohilah
Penulis : A.S. Neill
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, Cetakan I, Juni 2007
Tebal : 356 Halaman
Harga : Rp 45.000
ISBN : 978-9791275-00-2
SUMMERHILL, YANG BEBAS DAN CERDAS
Carilah sekolah yang cocok untuk anak-anak, bukannya anak-anak yang harus cocok dengan sekolah. Summerhill jadi pilihan sekolah bebas sejak 1921. Anak bebas menentukan pelajaran yang ia sukai. Bebas tumbuh dan berkembang.
Robert Gottlieb hingga usia sebelas tahun tak mau belajar baca-tulis. Itu memang kisah Gottlieb pada masa anak-anak di awal 1960-an. Gottlieb sendiri menjabat Executive Vice-President di sebuah agen bakat yang besar dan kepala departemen sastra, ketika diminta memberi pengantar buku ini pada 1990 lalu.
Wednesday, 10 March 2010
POLLING PEMBACA |