PERISTIWA

Budaya Sehat di Sekolah



Kamis, 11 Juni 2009

Manado–Upaya untuk mewujudkan generasi mendatang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat terus digalakkan. Kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu indikator kunci sekolah sehat. Usaha kesehatan sekolah mendorong terwujudnya budaya sehat di sekolah.

Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Sesjen Depdiknas) Dodi Nandika menyampaikan, sanitasi di sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus seperti masalah air bersih, pembuangan sampah, dan limbah. Dia mengingatkan, bahwa jajanan sekolah berpotensi tidak bergizi, mengandung bahan pewarna, dan bahan pengawet berbahaya.

“Dengan menciptakan sekolah yang bersih dan sehat berarti menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya proses belajar mengajar yang lebih baik. Anak-anak bisa belajar dengan tenang dan menyerap pengetahuan di sekolah,” katanya pada pencanangan Kantin Sehat Sekolah (KSS) di SMPN 1 Manado, Sulawesi Utara, Rabu (10/06/2009) .

 

Dodi mengatakan, Depdiknas melalui Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas melakukan upaya kesehatan sekolah dengan  pemberdayaan kantin sekolah. Dia menyebutkan, program yang dijalankan adalah melakukan penyuluhan dan bimbingan teknis kepada kepala sekolah dan guru. Program selanjutnya adalah memberikan bantuan blockgrant untuk penyediaan sarana, serta melakukan monitoring dan evaluasi. “Pengelolaan kantin sehat sekolah melibatkan guru dan siswa,” katanya.

 

Dodi menyebutkan, pada 2009 pengembangan KSS dilakukan di sebanyak 288 sekolah di 33 provinsi. Masing-masing provinsi mendapatkan bantuan sebanyak Rp.120 juta. “Bantuan yang diberikan bervariasi antara Rp.10 juta sampai dengan Rp.30 juta per sekolah,” katanya.

Kepala Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas Widaninggar Widjajanti mengatakan, KSS adalah kantin yang memenuhi syarat kesehatan dari sarana dan prasarana. Adapun, kata dia, pangan jajanan yang tersedia adalah pangan yang sehat, bergiz,i dan aman dikonsumsi. “Ini merupakan upaya Depdiknas dalam mengantisipasi banyaknya pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat,” katanya.

 

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara R.J.Mamuaja mengatakan, mutu sumberdaya manusia (SDM) menjadi hal utama dan tidak bisa diabaikan. Menurut dia, hanya SDM berkualitas yang mampu menghadapi era globalisasi. Dia berharap, setiap sekolah bisa menyediakan kantin sehat dan pangan jajanan yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak. “Supaya nantinya bisa mencetak SDM yang berkualitas dan pintar, tetapi tidak sakit-sakitan, ” katanya.

 

Sumber: Mediacenter Depdiknas

 

11 June 2009 09:54 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Monday, 15 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI