FIGUR

Belajar Dari Dalam Ke Luar

  • Elke Oestheimer 


mukti-semarang-972.jpg

 

Oleh : MF. ARIEF

Ada yang beda dalam pelaksanaan Forum Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (PTK PNF), salah satu acara Jambore 1000 PTK-PNF, di Semarang, Agustus lalu. Salah satunya kehadiran Elke Oestheimer, pakar pendidikan anak usia dini asal Jerman. Elke terbang dari Sumatera Barat, tempat ia tengah mengabdi memajukan PAUD di tanah Minang.

 

Elke memang sudah dua tahun berada di Sumatera Barat, menyelengarakan pelatihan dan sosialisasi PAUD. Pada forum ilmiah, Elke banyak memaparkan pengalamannya selama puluhan tahun berkecimpung di bidang PADU. Di ”negeri kanselir” Jerman, Taman Kanak-kanak (kindergarten) yang diperuntukkan bagi anak usia 3-4 tahun, mayoritas dibiayai negara. Di usia ini, anak lebih banyak belajar bersosialisasi melalui permainan dan banyak kegiatan untuk memicu kreativitas.

 

Di Jerman, anak usia 6 tahun baru mendapat pelajaran menulis. Saat itu hanya sebatas diperkenalkan dengan huruf alfabet dan angka yang dipelajari melalui permainan, nyanyian dan berbagai kegiatan lain. ”Saya selalu menekankan bahwa anak usia dini membutuhkan pendidikan yang bagus. Itulah kenapa di Jerman TK sudah dimulai sejak usia 3 atau 4 tahun,” katanya.

 

Menurut Elke, bidang pendidikan yang diajarkan pada anak usia dini di antaranya, yang berkenaan dengan fisik, motorik, kesehatan, kebiasaan dan budaya, komunikasi bahasa, media dan jenis simbol/huruf dari berbagai negara, seni, musik, pengetahuan dasar matematik, pengetahuan dasar alam dan teknologi.

 

Pendidikan bagi anak usia dini penting karena menjadi pondasi pendidikan berikutnya. Ia menekankan perlunya pengertian dari orangtua mengenai sistem pendidikan yang baik. ”Di usia tersebut pendidikan diberikan dengan bermain namun seringkali orang tua bertanya kenapa anaknya hanya bermain tak belajar,” katanya.

 

Untuk mengajarkan sesuatu kepada anak-anak, Elke lebih memilih cara belajar dari dalam ke luar, bukan model belajar dari luar ke dalam. Menurutnya, selama ini kebanyakan TK memposisikan anak hanya belajar dari luar ke dalam. Terlihat dari banyaknya perintah guru, guru memberi penjelasan. Banyak hal yang menentukan guru.

 

Hal itu berbeda dengan konsep belajar dari dalam keluar, yaitu membiarkan mereka mencoba, melihat dan tidak ditentukan waktunya. Guru justru harus bisa memancing keingintahuan anak dengan mengajak mereka dekat dengan aktivitas orangtua agar mereka melihat dan bertanya-tanya ingin mencoba apa.

 

Misalnya dengan mengajak anak-anak mengetahui aktivitas sehari-hari, ibu sedang membuat kue. Anak jadi bisa tahu proses pembelajaran bagaimana mencatat kebutuhan, berbelanja, membeli bahan-bahan hingga pembuatan kue.

 

”Biarkan anak belajar dengan melihat apa yang kita lakukan. Biarkan mereka mendokumentasikan dalam ingatan mereka,” katanya. Menurut Elke, dengan diajak melukan aktivtas, anak-anak bisa belajar berkomunikasi, menulis, dan keterampilan.

 

BERKECIMPUNG DI DUNIA ANAK

 

Dunia anak memang sudah lama digeluti Elke Oestheimer. Di Jerman ia lama bekerja di sebuah lembaga pengasuhan anak. Elke dan rekan-rekanya mengasuh anak usia 8 minggu hingga 14 tahun. Ia bekerja Senin sampai Jumat. ”Pekerja di lembaga pengasuhan menyiapkan dari soal sarapan, makan siang, menidurkan anak usia dini saat siang, membantu siswa mengerjakan pekerjaan rumah. Ini seperti sebuah keluarga, ” kata Elke.

 

Misalnya yang dilakukan Elke buat anak usia TK. Anak-anak datang pukul 8.00. Elke menyambut mereka. Di antara anak-anak mungkin ada yang lelah, sehingga perlu istirahat dulu, atau sekadar membuka bacaan. Pukul 8.30-9.00, mereka sarapan pagi bersama. Setelah itu, anak-anak menunggu tempat mereka dirapikan dan dibersihkan. Setelah rapi, anak siap belajar, guru bersiap mengajar anak-anak.

 

Setelah selesai kegiatan di sekolah anak-anak tersebut kembali ke tempat pengasuhan, hingga orangtua menjemput mereka di petang hari. Di lembaga pengasuhan, kata Elke, sebagian juga menyelenggarakan TK ter-integrasi bagi anak berkebutuhan khusus. Di lembaga tersebut Elke juga melakukan pencarian dana dan penyusunan kurikulum.

 

MF. ARIEF

28 October 2008 17:46 WIB

Artikel ini menarik?
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading ... Loading ...

Pena Pendidikan

Monday, 15 March 2010

REDAKSI


Iwan Qodar Himawan

Saiful Anam

Dipo Handoko

Eva Rohilah

Fathoni Arief

Kenny

Arien TW

RUBRIK

ANGGOTA

POLLING PEMBACA

EMAIL SUBSCRIBE

Enter your email address:

STATISTIK

KATA KUNCI